Namun, ketika memasuki usia 10 tahun, anak akan mulai bertanya tentang cara superhero terbang dan lain sebagainya.

Jika dalam proses tersebut orangtua dapat mengarahkan ke jawaban yang logis, maka anak juga akan berpikir demikian. Ia akan percaya bahwa hal-hal mistis atau khayalan yang didengarnya saat kecil dahulu hanyalah sebuah mitos yang tujuannya menghibur.

Menurut Ikhsan, kepercayaan terhadap hal mistis juga bisa terjadi karena orang tersebut memiliki proses berpikir yang kurang kritis. Jadi, saat mendapat informasi yang kurang logis, mereka akan langsung percaya tanpa mencari tahu lebih lanjut.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

Ikhsan mencontohkan, seperti kasus babi ngepet yang terjadi di Depok tahun lalu. Tidak sedikit orang yang berbondong-bondong datang hanya untuk melihat kejadian tersebut.

Lantas, haruskah berobat ke psikolog jika terlalu percaya hal mistis?

BACA JUGA :  PB Porprov Kota Bogor Matangkan SOP Pembagian Tugas Tiap Bidang

Tidak ada salahnya jika ada orang yang percaya mistis. Asalkan, jangan sampai kepercayaan tersebut membuat kekeliruan atau menyebarkan hal yang tidak baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

“Bila memiliki masalah dengan kepercayaan mistis yang tidak bisa dikendalikan atau bahkan cenderung merugikan diri sendiri, sebaiknya segera minta bantuan profesional untuk dicarikan jalan keluar,” tutup Ikhsan. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================