Cari Pembelaan, Kades Neneng Akui Ada Pengurangan Volume Pembangunan

cari pembelaan
Kepala Desa Harkatjaya, Neneng Mulyati sedang memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan terkait proyek yang diduga bermasalah seperti yang dituduhkan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Harkatjaya.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Kepala Desa Harkatjaya, Neneng Mulyati berkilah bahwa dirinya tidak “menilp” sisa uang proyek seperti yang dituduhkan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor terkait pembangunan betonisasi jalan lingkungan (Jaling) tahun 2021 yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD).

“Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) itu tidak serta merta dapat begitu saja digunakan melainkan melalui beberapa proses dan tahapan, baru bisa digunakan,” ungkap, Neneng kepada sejumlah wartawan di salah satu rumah makan di Kecamatan Leuwisadeng belum lama ini.

Neneng pun tak ingin bertanggungjawab sendiri terkait persoalan yang menimpanya. Dia pun menyeret tim monitoring evaluasi (monev) dari Kecamatan Sukajaya sebagai pengawas proyek.

Baca Juga :  Resep Masakan Nasi Goreng Yang Chow untuk Sajian Imlek

“Karena pelaksanaan itu diawasa semua pihak bahkan tim monev dari kecamatan. Berdasarkan hasil laporan dari tim monev Kecamatan, memang ada kekurangan volume pembangunan dan kekurangan itu sudah kita bangunkan kembali setelah ada hasil dari tim monev itu pada bulan Febuari lalu,” tutur Neneng.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pembangunan jalan lingkungan di Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, menagih sisa uang proyek yang diduga ‘ditilep’ kepala Desa Harkatjaya.

“Pelaksanaan pembangunan betonisasi jalan lingkungan (Jaling) tahun 2021 yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) diduga penuh kejanggalan yakni, tanpa adanya transparansi anggaran dari pihak desa,” ujar Ketua TPK Encep Saepudin saat jumpa pers dengan beberapa wartawan, Senin (03/01/2022).

Baca Juga :  Hendak Salip Bus Pariwisata, 2 Motor Bertabrakan di Lembang KBB, 1 Orang Tewas

Encep menjelaskan, yang dia tahu anggaran untuk kegiatan tersebut sebesar Rp 128.000.000 untuk pembangunan betonisasi di tiga titik yakni, Kampung Pasir Ipis, Kampung Cibuluh, Kampung Pasir Kupa. Namun anggaran yang di berikan kepada TPK untuk pembangunan tersebut hanya sebar Rp 85.000.000 tanpa adanya keterbukaan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Harkatjaya.