Kontroversi Arteria dahlan
Anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan. Foto : Istimewa.

BOGOR-TODAY.COMArteria Dahlan bukan nama asing di Indonesia. Politikus kelahiran Jakarta 7 Juli 1975 kerap mengundang kontroversi karena ucapannya. Karakternya yang meledak-ledak dan emosional tak jarang mendapat cibiran masyarakat di media sosial. Kendati demikian, tampaknya hal itu tak membuat Arteria kapok untuk berhenti membuat pernyataan kontroversial.

Baru-baru ini anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan telah membuat heboh publik khsusunya masyarakat Sunda atas pernyataan dirinya yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajati lantaran menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat kerja, pada Senin (7/1/2022).

Melansir beberapa sumber, berikut deretan kontroversi Arteria Dahlan :

Baca Juga :  Resep Masakan Kentang Goreng Saus Keju

11 September 2017

Meminta Dipanggil ‘Yang Terhormat’ Dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan pimpinan KPK, , Arteria yang merupakan anggota Komisi VIII hadir karena ditugaskan fraksinya. Saat diberikan kesempatan bicara, Arteria memprotes pimpinan KPK yang tidak memanggil anggota DPR dengan sebutan ‘Yang Terhormat’. “Ini mohon maaf ya, saya kok enggak merasa ada suasana kebangsaan di sini. Sejak tadi saya tidak mendengar kelima pimpinan KPK memanggil anggota DPR dengan sebutan ‘Yang Terhormat’,” katanya waktu itu.

Karena diprotes, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan kemudian menyebut ‘Yang Terhormat’ setiap menjawab pertanyaan.

28 Maret 2018

Baca Juga :  Cara Mengatasi Telat Haid yang Perlu Diketahui, Simak Ini!

Menyebut Kementerian Agama (Kemenag) Bangsat Saat membahas kasus penipuan ibadah umrah dalam rapat Komisi III DPR bersama Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Rabu, 28 Maret 2018, Arteria Dahlan menyebut Kemenag ‘bangsat’. Ia mengaku kecewa atas kinerja Kemenag dalam menangani perjalanan umrah jamaah Indonesia.

“Ini Kementerian Agama bangsat Pak, semuanya Pak. Saya buka-bukaan,” ujar Arteria waktu itu.

Namun sehari kemudian Arteria Dahlan meminta maaf atas ucapannya. “Kalau ada ketersinggungan, mohon maaf. Kalau saya menyinggung Pak Menteri dan teman-teman Kemenag,” katanya.

21 November 2021