
“Menurut pengakuan MA, alasan membakar sekolah itu lantaran sakit hati gegara gaji tak dibayar selama dua tahun. Dimana pihak sekolah saat itu tidak memberikan upah sebesar Rp 6 juta,” kata Dede.
Sehingga, MA merasa sakit hati dan berbuat nekat. Kata Dede, MA sempat mendatangi pihak sekolah beberapa kali, namun dia tak mendapatkan haknya hingga kini.
“MA murka. Dia kemudian membakar SMP 1 Cikelet pada Jumat (14/1/2022) siang, pukul 11.00 WIB. Eks guru itu membakar beberapa pintu sekolah menggunakan minyak bensin yang disulut kertas berapi,” ujar Dede.
Kejadian kebakaran itu cepat diketahui warga. Api pun tidak menjalar dan langsung dipadamkan. Kobaran api hanya membakar beberapa pintu kelas di SMPN 1 Cikelet. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















