BOGOR-TODAY.COM, BOGOR17 hunian tetap (Huntap) yang diperuntukan bagi korban bencana tanah longsor di Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor diresmikan Bupati Bogor, Ade Yasin, Kamis (3/2/2022).

Dirinya menyatakan bahwa huntap itu merupakan perumahan percontohan tahan gempa yang sistem bangunannya menggunakan sistem Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan teknologi konstruksi knock down.

“Sistem ini Insyaallah tahan gempa, jadi kalau gempa mungkin ini lebih kuat, karena teknologinya sudah diuji, sebab RISHA ini selain sistem knock down juga penggabungan panel-panel beton dengan baut,” ungkap Ade.

Selain itu, ia juga menyatakan, bahwa huntap ini sangat layak ditempati baik dari segi struktur tanah maupun bangunannya. Fasilitasnya juga sudah lengkap tersedia seperti listrik 900 watt dan air.

“Pembangunan huntap ini tidak hanya di Desa Wangunjaya, juga dibangun di Sukajaya, Cigudeg dan beberapa daerah yang rawan bencana, namun jumlahnya sangat besar karena terdapat ribuan yang harus dibangun, sehingga untuk meresmikannya harus menunggu kesiapan Presiden Joko Widodo,” terangnya.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Dengan demikian, ia mengaku apresiasi dan berterimakasih kepada Kades Desa Wangunjaya yang telah menghibahkan tanah seluas 2.350 meter secara cuma-cuma untuk warganya. Artinya Kades Wangunjaya yang memberikan tanahnya lalu Pemkab Bogor yang membangunnya.

“Ada kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa, agar masyarakat yang tidak punya rumah akibat bencana banjir atau longsor mendapat kepastian, dan akhirnya tinggal di rumahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan pembangunan 17 huntap tersebut dibangun pada tahun 2021 dengan waktu 3 bulan dengan total anggaran Rp 1,6 Miliar.

“Ya dengan total anggaran 1,6 Miliar itu tidak hanya 17 unit huntap saja, tapi juga dengan pembangunan jalan dan lainnya,” ungkap Ajat.

Dilokasi yang sama, Kepala Desa Wangunjaya, Hanapi menyampaikan terimakasih kepada Bupati Bogor  atas terbangun dan diresmikannya huntap bagi para korban bencana longsor yang berlokasi di Kampung Seluduk.

BACA JUGA :  Tidak Semua Orang Cocok Makan Bayam, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati

“Terimakasih kepada Ibu Bupati yang sudah meresmikan huntap, kami berharap semoga tahun depan usulan masyarakat dusun 3 terkait pergerakan tanah seluas 20 hektare yang sudah abrasi menutup kali bisa direalisasikan,” katanya.

Dari pergerakan tanah seluas 20 hektare tersebut, menurutna sangat menghawatirkan, pasalnya pergerakan tanah itu jika tidak segera diatasi bisa berdampak terhadap 3 Desa. Selain mengancam nyawa, lahan pertanian pun saat ini sudah tidak dapat difungsikan.

“Terkait datanya, sudah kita sampaikan ke ajudan Bupati,” tutup Hanapi.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan Peresmian Huntap di Desa Wangunjaya Kecamatan Leuwisadeng yakni, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Dandim 0621, Kepala DPKPP, Kepala DPMD, Kepala Cabang BJB, Camat Leuwisadeng, Kades se- Kecamatan Leuwisadeng serta para tokoh dan alim ulama Kecamatan Leuwisadeng. (Didin/CR)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================