
“Nah, ini adalah bentuk reaksi dari kami bahwa warga butuh kepastian. Warga butuh akses jalan dan tidak menuntut apapun. Kami melakukan penutupan jalan dan menyetop pekerjaan mereka di lokasi proyek,” terangnya.
Selain itu, Ia menjelaskan bahwa dengan tidak adanya akses jalan, warga pun terpaksa melintasi proyek double track, namun hal itu dinilai tidak nyaman karena setiap kali melintas terganggu dengan adanya aktivitas proyek dan juga debu, apalagi saat ini sudah ada dua lintasan kereta.
“Warga RW 17 itu ada 250 KK yang terbagi 3 RT. Nah selama akses jalan tidak ada atau terkena dampak pembangunan, warga terpaksa melintas jalur double track yang penuh debu, jadi kami rasa tidak nyaman dan harus segera dibuatkan jalan yang representatif,” ucapnya.
Usai digeruduk, akhirnya akses jalan pun mulai dilakukan dengan menggunakan alat berat. (B. supriyadi).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















