
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Puluhan warga Kampung Ciuncal, RT 03/11, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor kena ‘prank’ minimarket di desa setempat, Rabu (2/3/2022).
Padahal, minyak goreng yang saat ini menjadi barang langka dan selalu dinantikan diinformasikan bakal mengisi salah satu minimarket. Namun nyatanya, ketika masyarakat sudah mengantre cukup lama, minyak goreng yang sangat dinantikan tak kunjung juga tersedia.
Seperti yang diungkapkan, salah satu warga Kampung Ciuncal, RT 03/11, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Yono (39). Ia mengaku kesal lantaran menunggu minyak goreng yang dijanjikan datang hari ini oleh pegawai minimarket tersebut.
“Lumayan kesal kita nunggu nganter istri di Indomaret, nunggu minyak goreng yang kata pegawai Indomaret datang hari ini, tapi pas mobil pengiriman barang datang ternyata minyaknya kosong,” ungkap Yono kepada bogor-today.com
Yono menuturkan, hampir setiap jadwal pengiriman barang ke minimarket yang ia ketahui, dirinya rela berjam-jam mengantre hingga rela berdesakan untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga murah.
“Iya hari ini 3 jam saya nunggu, kalo beli di pasar kan harganya beda sekitar Rp 38.000 sampai Rp 40.000 untuk kemasan ukuran 2 liter dan itu tergantung tokonya, kalau di warung-warung kampung malah lebih mahal lagi,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan Minah (36). Meski harus menggendong putranya yang masih bayi, dirinya rela mengantre hingga berjam-jam.
“Iya nih kita mah sudah nunggu, kirain ada, enggak taunya enggak ada minyaknya, jadi terpaksa beli gula saja kaena harga gula juga kalo di warung biasa lebih mahal sama kaya minyak goreng,” keluh Minah.
Dengan demikian, ia berharap terhadap pemerintah agar minyak goreng yang menjadi kebutuhan sehari-hari dapat diselesaikan, dan tidak menjadi barang mahal, terlebih menjelang puasa dan Hari Raya ldul Fitri 2022.
Sementara itu, Agi, salah satu pegawai minimarket di wilayah Kecamatan Cigudeg mengungkapkan bahwa kelangkaan minyak goreng terjadi pasca ditetapkannya keputusan satu harga terhadap minyak sayur.
“SUdah berapa bulan ini stok kita jarang, memang dari sananya, setiap pengiriman barang saja belum tentu ada minyak gorengnya, sekali pun ada juga sedikit, paling dua karton dan itu pasti langsung habis karena baru turun dari mobil saja konsumen udah pada nunggu,” tukasnya.
Seperti diketahui, kelangkaan minyak goreng satu harga yakni, Rp 14000 per liter oleh Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) pada Januari 2022 lalu itu, ketersediaannya masih menjadi polemik dikalangan masyarakat bawah. (Didin/CR)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















