Permen karet
Permen Karet Dapat Membantu Meredakan Asam Lambung. Foto : Ilustrasi

BOGOR-TODAY.COM – Mengunyah permen karet disebut bisa membantu meredakan GERD atau asam lambung naik ke kerongkongan. Benarkah? Simak penuturan dokter.

Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi naiknya isi lambung hingga kerongkongan dan mulut. Isi lambung yang dimaksud berupa makanan, minuman, dan zat asam.

Akibatnya, saluran pernapasan dan area di sekitar mulut bisa meradang. Hal ini dapat mencetuskan gejala berupa sensasi terbakar di dada, nyeri ulu hati, sesak napas, sakit tenggorokan, mulut terasa asam, dan kesulitan menelan.

Untuk membantu mengurangi gejala tersebut, penderita GERD dapat mengunyah permen karet.

BACA JUGA :  Samosir Diguncang Gempa M3,1, Berpusat di Darat

Lantas, apa kata medis terkait khasiat permen karet untuk asam lambung? Benarkah bisa membantu mengurangi gejala GERD?

Khasiat Permen Karet untuk Meredakan Gejala GERD.

Disampaikan dr. Sepriani Timurtini Limbong, khasiat permen karet untuk mengatasi gejala GERD berasal dari kemampuannya dalam membantu memproduksi air ludah.

“Karena, saat mengunyah permen karet, produksi saliva (ludah) akan lebih banyak. Saat air liur ditelan, gejala GERD bisa berkurang,” papar dr. Sepriani.

Faktanya, air liur mengandung bikarbonat yang dapat menetralkan pH asam lambung. Ketika air liur diproduksi lebih banyak, keasaman cairan lambung pun dapat dinetralkan sehingga gejala GERD berkurang.

BACA JUGA :  Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Selasa 16 Juli 2024

Manfaat itu bisa dirasakan lebih optimal apabila permen karet yang dikunyah mengandung bikarbonat.

Berdasarkan Healthline, jenis permen karet tersebut dapat meningkatkan kadar bikarbonat saliva. Karenanya, selain memicu produksi air liur, permen karet bikarbonat dapat pula menambah kemampuan saliva dalam menetralkan asam lambung.

Tidak Semua Permen Karet Direkomendasikan

Tidak semua jenis permen karet dapat membantu meredakan gejala GERD. Kembali mengutip Healthline, permen karet dengan kandungan mint, seperti peppermint, diyakini dapat memperburuk gejala penyakit tersebut.

======================================
======================================
======================================