Meski tahun sebelumnya sepi pembeli, Suyanto mengaku tetap mempertahankan usahanya ini, karena dirintis sejak 1994. Untuk bahan bakunya sendiri, Suyanto mengaku mendapatkan buah aren dari Gisting, Talang Padang, Ulu Belu, hingga Liwa Lampung Barat.

BACA JUGA :  Peringati HJB 544, Pengcab IMI Kabupaten Bogor Ajak Ratusan Peserta Telusuri Jejak Ipik Gandamana

“Dalam proses produksinya, kami minta bantuan jasa tenaga dari warga sekitar. Mereka kami beri upah satu rantang biji kolang kaling itu seharga Rp2 ribu,” ujar Suyanto.

Buah aren terlebih dahulu direbus dalam air panas, untuk mempermudah pengupasan. Setelah dikupas dan dibersihkan, kolang kaling kemudian direndam dalam wadah berisi air bersih, lalu siap dipasarka seharga Rp650 ribu perkarung berisi 50 kilogram. (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================