
Dalam Sejarahnya disebutkan bahwa pekerjaan Mesaharati pertama kali muncul pada masa khalifah Abbasiyah tepatnya saat diperkenalkan oleh gubernur Mesir Otbat Bin Ishaq. Disebutkan dalam catatan sejarah seorang Mesaharati berada di jalanan Kairo untuk mengingatkan masyarakat tentang waktu sahur di tahun 238 Hijriyah.
Di seluruh dunia Islam, Mesaharati telah mengambil bentuk yang berbeda selama bertahun-tahun. Di Oman seorang maseharati menabuh genderang untuk membangunkan orang-orang, di Kuwait para Mesaharati berbaris di jalan-jalan ditemani oleh anak-anak yang membacakan doa. Di Yaman, orang-orang mengetuk pintu orang dengan tongkat dan menyuruh mereka bangun.
Di Sudan, seorang anak menemani Mesaharati, membawa lentera atau kipas angin. Dia akan memiliki sebuah buku dengan nama penduduk dan akan mengetuk pintu dengan tongkatnya, memanggil nama kepala keluarga dan memberitahunya dengan mengiakan “Ya Ebadallah, Wahhiduddayem, Ramadhan kareem.”
Di Lebanon, Suriah dan Palestina, Mesaharati menggunakan peluit untuk mengingatkan umat tentang waktu sahur. Sebelum Ramadan, dia akan mengunjungi rumah-rumah untuk mendaftarkan nama-nama penghuni dan menulis di pintu nama-nama anggota keluarga serta memanggil nama mereka pada saat sahur. Mesaharati adalah tradisi panggilan sahur khas Timur Tengah yang umurnya berabad-abad dan saat ini dihdupkan kembali. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















