
Seorang petugas mengkonfirmasi bahwa anak wanita tersebut sempat bertengkar dengan seorang pekerja kafetaria karena dia menginginkan lebih banyak makanan pada 3 Februari lalu.
“Dia tidak meninggalkan namanya di pesan suara, tetapi ID penelepon sekolah mencatat nomor tersebut,” demikian tertulis dalam laporan penangkapannya.
Kantor Kejaksaan Florida mengajukan dokumen perintah penangkapan atas wanita itu pada 7 April lalu. Dia berhasil ditangkap pada Rabu (20/4/2022) lalu dan didakwa membuat ancaman bom palsu dan mengganggu sebuah sekolah. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















