penumpang mobil mewah
Pria yang diketahui bernama Periyanto memaki petugas kepolisian yang tengah mengatur arus balik di jalur Tasikmalaya menuju Singaparna-Gentong, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). Foto : tangkapan layar.

BOGOR-TODAY.COM, TASIKMALAYA – Video seorang pria penumpang mobil mewah jenis Alphard berwarna hitam dengan nomor polisi F 777 TOH viral di media sosial lantaran memaki petugas kepolisian yang tengah mengatur lalulintas arus balik mudik di jalur Tasikmalaya menuju Singaparna-Gentong, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022).

Dalam video, pria berbaju hitam tersebut melontarkan kata-kata kasar.

Berdasarkan penelusuran bogor-today.com, salah satu polisi yang dimaki pria tersebut ternyata menjabat sebagai Kapolsek Sukaresik, Iptu Asep Saepuloh.

Dalam keterangan video yang beredar, Asep menanggapinya dengan santai atas insiden itu. Sebab, kata dia insiden yang seharusnya tidak terjadi merupakan risiko dirinya sebagai petugas kepolisan di lapangan untuk melayani masyarakat.

penumpang mobil mewah
Kapolsek Sukaresik, Iptu Asep Saepuloh.

“Saya selalu ikhlas memberikan pelayanan kepada warga masyarakat. Supaya warga masyarakat yang akan balik lagi ke perantauan sampai tujuan dengan selamat,” kata Asep mengutip keterangan video.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

Dengan demikian, pihaknya menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk mempersulit pengendara dengan melakukan pengalihan arus. Namun justru dirinya lebih memprioritaskan perjalanan arus balik supaya aman dan tenang hingga selamat sampai tujuan.

Menurut pantauan dirinya, saat itu arus lalulintas terjadi kemacetan yang sangat panjang dari mulai Rajapolah hingga ke wilayah Malangbong Garut. Pengalihan arus tidak dilakukan permanen, tapi situasional tergantung kondisi di lapangan.

Sementara, melansir detikcom, Kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Ibrahim Tompo menyayangkan dan mengaku prihatin atas adanya insiden tersebut. Tompo menjelaskan pria yang ada di mobil Alphard warna hitam tersebut bernama Periyanto.

“Tidak seharusnya Periyanto membentak bahkan memaki petugas kepolisian yang sedang membantu mengurai arus lalu lintas tersebut. Petugas di lapangan hanya menjalankan perintah demi membuat arus lalu lintas lancar,” ujar Tompo.

“Petugas di sana di-ploting dengan tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat, sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas. Rekayasa lalulintas sudah ditentukan oleh manajemen dan anggota tersebut tidak mengubah lagi. Namun hanya menjalankan pengaturan dan memperlancar arus lalu lintas,” Tompo menambahkan.

Kata Tompo, kejadian yang viral di medsos itu terjadi di simpang empat Panyusuhan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Tiba-tiba, Periyanto memaki petugas dengan kata-kata kasar.

“Pada saat dilakukan rekayasa lalu lintas, pelaku memaki petugas yang ada di sana dengan kata-kata kasar,” jelas Tompo. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================