
Menurutnya, sebagian besar wilayah Indonesia, terutama wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara dan yang berada di selatan ekuator pada periode April-Mei masih mengalami masa peralihan musim hujan ke kemarau atau pancaroba. Sedangkan sebagian wilayah lainnya masih mengalami periode basah atau hujan.
Umumnya, sambung Miming periode pancaroba atau menjelang musim kemarau, cuaca terutama pada pagi hari didominasi dengan kondisi cerah. Selain itu, tingkat berawan sangat rendah.
“Itu bisa menyebabkan suhu yang cukup panas dan terik pada siang hari,” jelas Miming.
Kemudian, pada siang hingga sore hari akan terbentuk awan-awan tebal. Kondisi tersebut kerap terjadi pada periode peralihan, di mana umumnya kondisi cuaca akan ditandai dengan cuaca cerah di pagi hari dan berawan di siang hari dengan potensi hujan yang disertai kilat atau petir.
Selain Jakarta, wilayah yang sedang mengalami pancaroba atau cuaca cukup terik adalah Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
“Umumnya, di wilayah Pulau Jawa-Bali hingga Nusa Tenggara kondisi cuaca cerah pada siang disertai suhu cukup terik pada siang hari harus di waspadai suhu terik pada siang hari,” kata Miming.
Miming menjelaskan, kondisi itu bisa terjadi hingga pertengahan Mei. “Kondisi ini tetap harus diwaspadai selama periode mudik Lebaran tahun ini, tapi secara umum kondisi tersebut dapat terjadi hingga pertengahan Mei,” imbuh dia. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















