BOGOR-TODAY.COM, JAKARTA – Beberapa hari terakhir, masyarakat di Indonesia mengeluhkan cuaca panas, termasuk Bogor.

Keluhan panasnya cuaca diungkapan Adi, warga Kebon Pedes, Tanas Sareal, Kota Bogor. Ia telah merasakan cuaca yang sangat terik usai lebaran beberapa hari lalu.

“Panas banget ini, kadang kalau malam juga enggak bisa tidur padahal udah pakai kipas. Terasanya kira-kira habis lebaran,” ungkap pria 28 tahun itu kepada bogor-today.com, Minggu (8/5/2022).

Hal yang sama juga dirasakan, Lina seorang ibu rumah tangga warga setempat. Meski cuaca panas dikeluhkannya, namun ia menyebut memiliki nilai postif.

“Ya kalau cuacanya begini (panas) memang enggak enak banget, tapi beruntung cucian saya cepet keringnya,” katanya.

Lantas apa penyebab cuaca panas melanda Indonesia?

Melansir kontan.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa cuaca panas yang terasa di sejumlah daerah belakangan ini lantaran beberapa wilayah di Indonesia mulai memasuki puncak musim kemarau.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

“Saat ini, posisi matahari sudah berada sedikit ke wilayah utara ekuator, atau tepatnya di sekitar 140 Lintang Utara dan masih bergerak ke utara hingga Juni, yang mengindikasikan puncak musim kemarau mulai berlangsung di wilayah Indonesia secara umum,” kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin.

Menurutnya, sebagian besar wilayah Indonesia, terutama wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara dan yang berada di selatan ekuator pada periode April-Mei masih mengalami masa peralihan musim hujan ke kemarau atau pancaroba. Sedangkan sebagian wilayah lainnya masih mengalami periode basah atau hujan.

Umumnya, sambung Miming periode pancaroba atau menjelang musim kemarau, cuaca terutama pada pagi hari didominasi dengan kondisi cerah. Selain itu, tingkat berawan sangat rendah.

“Itu bisa menyebabkan suhu yang cukup panas dan terik pada siang hari,” jelas Miming.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Kemudian, pada siang hingga sore hari akan terbentuk awan-awan tebal. Kondisi tersebut kerap terjadi pada periode peralihan, di mana umumnya kondisi cuaca akan ditandai dengan cuaca cerah di pagi hari dan berawan di siang hari dengan potensi hujan yang disertai kilat atau petir.

Selain Jakarta, wilayah yang sedang mengalami pancaroba atau cuaca cukup terik adalah Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

“Umumnya, di wilayah Pulau Jawa-Bali hingga Nusa Tenggara kondisi cuaca cerah pada siang disertai suhu cukup terik pada siang hari harus di waspadai suhu terik pada siang hari,” kata Miming.

Miming menjelaskan, kondisi itu bisa terjadi hingga pertengahan Mei. “Kondisi ini tetap harus diwaspadai selama periode mudik Lebaran tahun ini, tapi secara umum kondisi tersebut dapat terjadi hingga pertengahan Mei,” imbuh dia. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================