PASANGAN suami istri (Pasutri) Emong (60) dan Nesa (55) warga Kampung Palasari, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor tetap konsisten menjalani bisnis membuat tempat nasi dari anyaman bambu sejak 1980 silam.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Dalam sehari, Pasutri) ini, mampu membuat kerajinan tempat menyimpan nasi dari bahan bambu yang biasa disebut “Boboko” itu, sekitar 10 unit setiap harinya dan dijual di pasar yang ada di Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Waspadai yang Berbahaya

Untuk harganya sendiri dijual Rp 25 ribu untuk satu Boboko. Untuk memudahkan penjualan, ada penampung yang siap menjual ke pasar-pasar yang ada di Bogor. (BOGOR TODAY / Fadilah)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================