BOGOR-TODAY.COM, CILEUNGSI – Pasangan suami Istri Emong (60) bersama istri Nesa (55) warga Kampung Palasari, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor tetap konsisten menjalani bisnis membuat tempat nasi dari anyaman bambu sejak 1980 silam.

Baca Juga :  Berikut Tim Negara Yang Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia

Dalam sehari, pasangan suami istri (Pasutri) itu, mampu membuat kerajinan tempat menyimpan nasi dari bahan bambu yang biasa disebut “Boboko” itu, sekitar 10 unit setiap harinya dan dijual di pasar yang ada di Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Rekomendasi Tren Warna Cat Rambut Terbaik di 2023

“Kalau untuk harganya sendiri saya jual Rp 25 ribu satunya. Disini ada penampungnya yang menjual ke pasar,” kata Emong kepada Bogor Today, Selasa (7/6/2022).