Hidup Emong dan istri bergantung dari hasil kerjinan tangan yang mereka buat sendiri, hasil dari penjualan kerajinan tangan mereka, untuk membeli keperluan dapur maupun kebutuhan lainnya.

“Waktu itu saya kecelakaan tiga tahun lalu tabrakan sehinga mau cari pekerjaan susah jadi tetap bertahan membuat Boboko ini,” tambahnya.

BACA JUGA :  Jaring Angkot Tahun Produksi 2000-2002, Dishub Kota Bogor Tegaskan Aturan Besitua

Emong berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat untuk memberikan modal dan memasarkan prodak Boboko hasil karyanya baik di event desa maupun yang lainya. (Fadilah)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================