BOGOR-TODAY.COM, CIBUNGBULANG – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tebingan (TPT) di Kampung Sinar Harapan, RT 06/04, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, yang dibangun dari anggaran Samisade disinyalir dipihak ketigakan atau diborongkan.

Mengaku sebagai pelaksana proyek pembangunan TPT, Abdul Wahab mengaku yang mengerjakan proyek ambrol tersebut. Dan dia pun membenarkan proyek ambrol itu dari anggaran Samisade yang dibangunkan tahap pertama 40 persen dengan total angaran tahap pertama senilai Rp 400 juta.

Anehnya, Abdul mengerjakan proyek teraebut hanya dengan modal kepercayaan tanpa adanya surat perjanjian atau surat perintah kerja. Bahkan, dirinya mengaku sudah seringkali mengerjakan proyek-proyek Infrastruktur di desa yang di pimpin Endang Sujana.

“Saya yang mengerjakan bangunan tersebut, saya warga Kecamatan Pemijahan. Jadi, sudah biasa mengerkan pekerjaan di Desa Galuga, seperti pekerjaan-pekerjaan infrastruktur. Jadi kalau pak Kades kasih uang ke saya jadi saya yang belanja material termasuk bayar pegawai,” kata Abdul Wahab kepada wartawan..

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Abdul menjelaskan, bahwa dalam pengerjaan TPT tersebut juga melibatkan warga setempat yang rutin dari awal sampai pengerjaan itu selesai ada sekitar 10 orang.

“Tapi kalau waktu finising yang yang kerja sekitar 2 sampai 4 orang yang ngaci sama plester. Pegawai bawaan warga luar dari saya 4 orang tukang dan 6 orang kenek totalnya ada 20 pekerja. Jadi, kalau pengerjaannya kira-kira sudah mau selesai mulai lah dikurangin pekerjanya,” katanya.

Bahkan, Wahab mengatakan, dirinya juga mendapat dana talangan saat pengerjaan proyek Samisade itu dari atas nama pak Duwi warga Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea.

“Jadi, yang punya modal itu pak duwi. Jadi, kalau belum dikasih oleh kepala desa kan di talangin dulu sama pak duwi itu untuk bayar material dan bayar pegawai,” ucapnya.

Menurut Wahab, Robohnya TPT tersebut diduga akibat faktor alam, dan sudah dimusyawarahkan dengan Kepala Desa Galuga, Endang Sujana.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

“Terakhir tadi Jumat (10/06/2022) musyawarah dengan pak Kades dan tadi kata pak kades siap untuk memperbaiki lagi,” katanya.

Camat Cibungbungbulang, Agung Surachman Ali membenarkan, adanya TPT yang bersumber dari anggaran Program Samisade yang ambrol.

“Iya kang, Betul roboh karena faktor bencana alam,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Desa (Sekdes) Galuga Apriyana, membenarkan bahwa ada TPT yang dibangun dari anggaran Samisade tersebut jebol dan membenarkan pekerjaan samisade nya Diborongkan

“Kalau pak Abdul Wahab itu pihak pemborongnya. Langkah selanjutnya, kami dari Pemerintah Desa Galuga akan meminta pertanggungjawaban dari pihak pemborong karena kan masih dalam masa pemeliharaan,” katanya.

Apriyana mengatakan, kejadian TPT jebol itu terjadi pada Selasa 07 Juni 2022 sekira pukul 05.30 WIB.

“Jadi, Senin malamnya hujan deras, kemudian airnya mengendap karena itu tanah urugan sehingga selasa paginya jebol. Kita juga tetap meminta pertanggungjawaban kepada pihak pemborong,” pungkasnya. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================