BOGOR-TODAY.COM, CIBUNGBULANG – Program yang bagus belum tentu hasilnya pun bagus. Ungkapan itu mungkin tepat untuk menggambarkan kejadian ambrolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang berusia belum genap satu tahun itu.

Namun lagi – lagi, kondisi alam yang selalu dijadikan alasan untuk menutupinya dan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Galuga seolah cuci tangan dan tidak ingin disalahkan dalam menjalankan Program unggulan satu miliar satu desa (Samisade).

“Masa enggak diperbaiki, besok saya perbaiki. Jangan terlalu rame lah, karena kami juga tahu aturan, semuanya sudah kami tempuh,” ujar Kepala Desa Galuga, Endang Sujana saat dihubungi bia telepon oleh wartawan, Senin (13/6/2022).

Baca Juga :  Ternyata Ini Dia 4 Manfaat Dlingo yang Baik untuk Kesehatan

Endang menyayangkan pemberitaan sejumlah media yang jelas slah satu tugasnya yakni kontrol sosial. Bahkan, kades tersebut menganggap pemberitaan di media membuat gaduh di desa yang dia pimpin.

“Jadi kalau bikin statement kalau bisa konfirmasi dulu. Karena memang kami juga sedang menunggu jawaban dari dinas-dinas baru kami perbaiki,” cetusnya.

Entah menutupi kesalahan atau memang tidak tahu mengenai konstruksi bangunan. Endang yang sudah menjabat tiga periode sebagai orang nomor satu di Desa Galuga itupun tidak mengetahui secara detail spesifikasi dari proyek yang didanai dari salah satu program unggulan Bupati Bogor non aktif Ade Yasin itu.

Baca Juga :  Bos Kabur ke Luar Negeri, 12 Operator Situs Judi Online di Pluit Berhasil Diringkus Polisi

“Ya lihat saja sendiri ukur sendiri lah, karena saya juga gak ngukur karena susah ngukurnya juga, paling gimana besok saja nanti. Tapi, material sudah saya siapin semua,” tutup dia.