
Ia juga berpesan kepada para jamaah thariqat Syattariyah, agar tetap melaksanakan amanah guru yang pernah disampaikan oleh Abu Habib Muda Seunagan yaitu dengan melaksanakan Syariat Tarekat, Hakikat hingga Makrifat dengan benar benar yakin dan ikhlas.
Hal ini sebagaimana Nabiyullah Ibrahim AS yang ikhlas dan yakin akan perintah Allah SWT, dengan melaksanakan ibadah kurban terhadap anaknya Nabi Ismail. Namun saat akan disembelih, Allah SWT menggantikan sang anak dengan seekor kibas.
“Keajaiban ini merupakan hakikat keyakinan yang benar-benar yakin kepada Allah SWT,” kata Teuku Raja Keumangan.
Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah/2022 Masehi pada Minggu (10/7) mendatang.
Keputusan itu ditetapkan setelah Kemenag menggelar Sidang Isbat pada Rabu (29/6/2022) lalu, dalam penentuan 1 Zulhijah 1443 Hijriah.
“Sidang isbat telah mengambil kesepakatan bahwa tanggal 1 Zulhijah tahun 1443 Hijriah ditetapkan jatuh pada Jumat tanggal 1 Juli 2022,” tutur Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi.
“Dengan demikian Hari Raya Idul Adha 1443 H jatuh pada 10 Juli 2022,” imbuh Wamenag. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















