BOGOR-TODAY.COM, BOGOR11 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa kecelakaan maut yang melibatkan satu unit truk tangki Pertamina di Jalan Alternatif  Cibubur, CBD, Bekasi. Tak hanya motor, truk tersebut juga menghantam sejumlah mobil.

Dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengungkapkan kronologis kecelakaan maut itu. Kata dia, sebelum kejadian truk tangki Pertamina melaju dari arah Cibubur menuju ke Cileungsi, Kabupaten Bogor dan kondisi jalan menurun sementara di TKP terdapat lampu merah serta beberapa kendaraan sudah berhenti.

BACA JUGA :  Peringati HJB ke-544, Gedung DPRD Kota Bogor Jadi Magnet Aksi Sosial Donor Darah

Latif mendapatkan informasi jika kecelakaan truk Pertamina itu diduga mengalami rem blong. Namun demikian, hingga saat ini polisi masih menyelidiki kecelakaan maut itu.

“Masih terlalu dini, petugas masih di TKP. Dugaan sementara rem blong. Tapi harus dibuktikan lebih dahulu supaya objektif,” katanya.

“Yang terlibat adalah roda empat dua unit, roda dua ada 10. Untuk sementara korban ada di Kramat Jati (RS Polri) data terakhir 11 orang meninggal dunia. Tapi ini kita cek ulang kembali,” ujarnya.

BACA JUGA :  Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasan dari Sisi Keagamaan dan Ilmiah

Sementara, area Manajer Eksistensi Commmunity Relation (Comrel) Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menyatakan Pertamina minta maaf atas peristiwa tersebut. Pertamina memastikan tengah menangani korban kecelakaan maut truk Pertamina. Pertamina memastikan bertanggung jawab atas insiden ini.

“Sehubungan dengan kecelakaan yang dialami mobil tangki dengan No Polisi B-9598-BEH di Jl Transyogi Gunung Putri, Bogor, sekitar pukul 15.29 WIB sore, PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf dan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban,” kata Eko. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================