Sejak 2021, Indocement juga terus mendorong penggunaan “semen hijau” di Indonesia, salah satunya melalui produk Semen Hidraulis yang proses produksinya menggunakan kadar klinker yang lebih rendah dibanding OPC.

Sehingga mampu mengurangi penggunaan batu bara dan jumlah CO2 yang jauh lebih rendah. Hal itu juga sesuai dengan pasar yang semakin peduli terhadap lingkungan.

Selama lima tahun ini, Indocement juga telah menginvestasikan lebih dari Rp1 triliun untuk investasi keberlanjutan.

Sebagai pelopor di sektor industri semen yang sudah menerapkan sistem informasi pemantauan emisi industri kontinyu (SISPEK).

Baca Juga :  Warga Pasaman Barat Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Gempa Magnitudo 4,5

Indocement juga secara rutin melakukan evaluasi peta jalan strategi perubahan iklim untuk memastikan penurunan emisi sesuai dengan target.

“Berbagai komitmen tersebut berhasil mengantarkan Indocement meraih sejumlah penghargaan hijau, antara lain, di penghujung tahun 2021 Indocement berhasil mendapatkan hattrick penghargaan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tuturnya.

“Penghargaan tersebut diberikan untuk ketiga komKompleks pabrik yakni, Pabrik Citeureup, Kompleks
Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun,” tambah Christian.

Baca Juga :  Resep Membuat Sus Ragout

Ia melanjutkan keseriusan Indocement terhadap lingkungan tercermin dari dibentuknya komite environmental, social and governance (Komite ESG) pada tahun 2021.

“Kehadiran Indocement selama 47 tahun ini telah banyak memberikan dampak positif. Tentunya kami akan terus mendukung program pemerintah serta terus mendorong penerapan operasional industri yang lebih hijau dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (**)

Halaman:
« 1 2 » Semua