BOGOR-TODAY.COM, JAKARTA – Sebanyak 12 WNI pada Pemulangan tahap pertama warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan ke Tanah Air.  12 WNI tersebut disekap di Kamboja. Kini sudah tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan selamat pada Jumat malam, 6 Agustus 2022.

“Alhamdulillah, 12 WNI korban penipuan perusahaan oline scam di Kamboja telah tiba dengan selamat di Tanah Air. Tadi telah diatur penerimaannya dengan teman-teman kementerian lembaga terkait, dari BP2MI, dari kepolisian Soetta, Kemensos, dan juga dari Bareskrim Polri,” ungkap Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha.

Menurutnya, pemulangan tersebut adalah tahap pertama. Sisanya, akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Dapat kami sampaikan, ini adalah tahap pertama pemulangan para korban penipuan online scam tersebut dan Insya Allah tahap selanjutnya akan segera kita lakukan, menyesuaikan dengan ketersediaan dari penerbangan,” tutur Judha.

Untuk selanjutnya, ke-12 WNI tersebut akan langsung ditempatkan di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) milik Kemensos, sebagai langkah rehabilitasi dari rasa trauma pasca-perlakuan penyekapan oleh oknum di Kamboja.

Baca Juga :  Bima Arya Sampaikan Tiga Spirit Rekomendasi APEKSI

“Secara umum kondisi fisik mereka baik, kondisi psikologis mereka pada saat mereka kita tampung sementara di KBRI Pnom Penh, mereka telah menjalani konseling yang tentunya nanti akan dilanjutkan di RPTC,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 62 WNI diduga telah menjadi korban penipuan lowongan kerja dan juga menjadi korban perdagangan manusia. Mereka ditipu sedari awal perekrutan di Indonesia dan dipaksa bekerja di sebuah perusahaan investasi bodong atau cyber scam.

Ciri-Ciri Loker Bodong di Luar Negeri

Sebelumnya dilaporkan, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha juga menyayangkan ada WNI yang terkena kasus scam atau lebih dikenal dengan lowongan pekerjaan bodong ini secara berulang. Ia pun mengungkap ciri-ciri loker palsu tersebut agar masyarakat bisa sadar.

“Kasus ini berulang. Kuncinya selain penegakan hukum adalah kesadaran masyarakat,” ujar Judha dalam media briefing di Jakarta, Jumat (29/7).

Berikut sejumlah ciri-ciri loker berbahaya yang wajib diwaspadai:

  1. Media Sosial 

Judha Nugraha berkata loker palsu dari luar negeri kerap beredar di media sosial. Contoh sejauh ini ada dari Laos, Kamboja, dan Filipina.

  1. Janji Manis 
Baca Juga :  Plt. Bupati Bogor Gelar Aksi Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera, Sekaligus Resmikan Tarikolot Expo   

Ciri kedua adalah loker yang tidak jelas itu terkesan mudah, akan tetapi gajinya fantastis.

  1. Kualifikasi 

Meski lokernya mengajak kerja di luar negeri, kualifikasi sangat mudah. Ini harus dicurigai karena tentu tidak masuk akal. “Bekerja ke luar negeri, tapi enggak minta kualifikasi apa-apa,” ujar Judha.

  1. Informasi Perusahaan Tak Jelas

Ini juga wajib dilakukan oleh para pencari kerja. Coba cari dahulu informasi mengenai perusahaan itu di Google agar tak terjebak kerja di perusahaan bodong, bahkan melanggar HAM. “Kita tidak bisa melakukan kroscek terhadap kredibilitas perusahaan tersebut,” ujar Judha.

  1. Visa 

Ciri yang menonjol dari loker abal-abal adalah berangkat tidak menggunakan visa pekerja, melainkan visa kunjungan. “Beberapa modus tersebut kalau ditemui, maka hati-hati. Dan jangan memaksakan diri. Jadi kesadaran masyarakat untuk melindungi dirinya sendiri dengan langkah-langkah tersebut itu menjadi kunci perlindungan,” ujar Judha.