Menurut penelitian National Center for Biotechnology Information (NCBI) 2013, saat seseorang stres sedikit saja, tubuh memproduksi hormone stres yang disebut kortikosteron, yang meningkatkan kapasitas mental dan membuat belajar lebih mudah.

  1. Melindungi DNA dan RNA 

Penelitian menyatakan bahwa jumlah stres yang terbatas meningkatkan antioksidan dalam tubuh, yang melindungi DNA dan RNA. Tetapi jika stresnya tinggi, efek negatifnya juga dapat berdampak pada sel.

BACA JUGA :  Argentina Bungkam Inggris, Tuchel Bereaksi

Sebuah studi 2013 dari University of California San Francisco menemukan bahwa stres kronis mendorong hilangnya oksidatif DNA dan RNA kita.

Pada saat yang sama, tingkat stres yang moderat dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya melindunginya dan meningkatkan ‘keintiman psikologis’.

  1. Meningkatkan Konsentrasi

Eustress baik untuk waktu yang singkat, yang merangsang ‘neurotropin’. Bahan kimia ota ini dapat meningkatkan kekuatan otak.

BACA JUGA :  Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Tantang Spanyol, Satu Tiket Masih Diperebutkan

Sehingga membantu meningkatkan konsentrasi serta meningkatkan kreativitas dan produktivitas.

  1. Lebih Fleksibel

Menurut sebuah studi di Science of Resilience, belajar menghadapi situasi stres dapat meningkatkan kemampuan mengelola hal-hal dalam situasi yang merugikan.

Paparan berulang terhadap situasi stres memberikan kesempatan untuk mengembangkan rasa kontrol fisik dan psikologis. –(Net).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================