
Ari juga menerangkan, anak yatim piatu mendapatkan santunan berupa uang dan bingkisan khusus dari majelis taklim di wilayah Desa Tamansari.
“Kami dari masjid Nurul Huda juga turut memeriahkan dengan doorprize dari para pendukung acara berupa baju muslim, kerudung, lemari plastik, bantal, kursi hingga kasur untuk mendukung aktivitas mereka,” tambah Ari.
Acara yang dihadiri ratusan warga ini diisi juga dengan tausiyah dari Ustadz Damanhuri. Ummat diserukan untuk memaknai hari Asyura yang mengandung nilai dan peristiwa penting. Utamanya semua kejadian penting itu mengingatkan ketakwaan dan syukur kepada Allah SWT.
Sementara, Kepala Desa Tamansari Sunandar menyambut baik gagasan warga di wilayah Tamansari.
Sunandar berharap agar santunan bagi anak yatim tidak hanya dilakukan setahun sekali.
“Ini menjadi kewajiban kita bersama untuk memuliakan anak yatim. Di masa mendatang, kita berharap rutinitas ini bisa kita lakukan setiap bulan di setiap RW di Desa Tamansari,” paparnya.
Melalui program rutin santunan bulanan itu, Sunandar menyebut kegiatan juga perlu dilengkapi dengan pengajian bagi anak yatim sambil melakukan pembaharuan data warga yatim di setiap RW.
“Puncaknya kita lakukan setiap tahun dengan dukungan yang lebih besar dari berbagai pihak,” tegasnya.
Selain Kepala Desa, acara juga dihadiri oleh donatur, tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Desa Tamansari.(*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















