Oknum Guru
Ilustrasi pemukulan.

BOGOR-TODAY.COM, JAKARTAOknum guru berinisial HT di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta Pusat aniaya muridnya berinisial R yang duduk di kelas XII. Polisi akan meminta keterangan terkait kasus itu.

Melansir detik.com, Selasa (16/8/2022) Kapolsek Sawah Besar, AKP Patar Mula Bona menyebut, pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu motif pemukulan tersebut.

Dari kabar yang beredar, kata Parta korban HT karena dituding terlibat dalam pemalakan adik kelas.

“Setelah mendapatkan keterangan pihak sekolah, kalau sudah dapat nanti dikembangkan termasuk pemeriksaan gurunya,” ujarnya,” kata Parta.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Sejauh ini pihak kepolisan sudah melakukan visum terhadap luka korban, namun hasilnya belum keluar. Selain itu, polisi juga sudah memeriksa tiga orang saksi termasuk korban dan dua rekannya.

“Keterangan saksi, saat itu korban ditanya sama oknum guru soal pemalakan itu, tapi korban jawabnya nggak tahu kemudian langsung dipukul. Para saksi mengakui adanya pemukulan oleh oknum guru,” jelasnya

Patar mengatakan peristiwa pemukulan itu terjadi pada Jumat (12/8/2022). Namun Patra belum bisa menjelaskan secara detil kronologi kasus tersebut.

BACA JUGA :  Bolehkah Kulit Hewan Kurban Dijual? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

“Kita masih melakukan penyelidikan. Nanti kita sampaikan kalau sudah dapat keterangan dari pihak sekolah, karena baru satu pihak,” pungkasnya.

Sementara berdasarkan keterangan ayah korban pemukulan hingga penendangan itu diterima R hingga mengalami luka memar di bagian mata. Dia menunjukkan foto wajah R usai dianiaya.

Tidak terima dengan kondisi tersebut, ayah korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sawah Besar.

Dia mengaku anaknya dan beberapa saksi lain sudah dimintai keterangan. Dia berharap polisi dapat memproses hukum peristiwa tersebut. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================