Pencegahan Eksploitasi Perempuan
Yayasan Rumah Kedua bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melaksanakan kegiatan workshop Penguatan Perempuan Penggerak sebagai Mitra Pemerintah untuk Pencegahan Eksploitasi Perempuan dan Anak di Kota Bogor yang digelar di Balairiung Ryanta Swiss-Belinn Bogor, pada Sabtu (20/8/2022).

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Yayasan Rumah Kedua bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melaksanakan kegiatan workshop Penguatan Perempuan Penggerak sebagai Mitra Pemerintah untuk Pencegahan Eksploitasi Perempuan dan Anak di Kota Bogor yang digelar di Balairiung Ryanta Swiss-Belinn Bogor, pada Sabtu (20/8/2022).

Workshop yang menghadirkan narasumber Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor Iceu Pujiati dan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bogor Kota AKP Ni Komang Armini.

Pemberian 300 box MPASI untuk anak stunting di 6 kecamatan di kota bogor diterima simbolis oleh para Camat.

Acara yang diikuti 68 kader penggerak dari enam kecamatan di Kota Bogor dan 20 peserta Gender Champion 2022 ini dipandu oleh moderator Dewi Puspasari SP sekaligus ketua Yayasan Rumah Kedua.

Dalam kesempatan ini, Diah Pitaloka merasa publik makin antusias, konsen dan terbuka dengan isu-isu tentang perlindungan terhadap perempuan dan anak. Sehingga sekarang tinggal bagaimana membangun pendekatan-pendekatan agar kasus-kasus terhadap perempuan dan anak terus berkurang, terutama menyangkut pencegahan dan edukasi yang dirasa masih sangat kurang dalam proporsi anggaran.

BACA JUGA :  Kebiasaan Penumpang yang Kerap Membuat Pramugari Kesal, Nomor 3 Paling Sering Terjadi

“Kayak tadi masih ada Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat ke daerah. Nah, ada beberapa yang memang fungsi pelayanan sudah berjalan berdasarkan komitmen di daerah, kita harapkan angggaran tersebut bisa juga digunakan untuk misalnya pencegahan dan edukasi, karena hari ini banyak sekali persoalan pemahaman itu juga yang jadi pemicu,” katanya.

Oleh karenanya, politisi PDI Perjuangan itu menegaskan perlu untuk ditindaklanjuti atau direspon dari kebijakan politik anggaran tentang pencegahan dan edukasi mengenai perempuan dan anak ini. Forum ini juga, bagi Diah sebagai anggota DPR menjadi lebih memahami kondisi di bawah, dan bagi para perempuan penggerak juga paham akan kebijakan dan informasi menyangkut anggaran.

Diah juga menyebut penting sekali untuk saling menjaga dan baginya bukan bagaimana menangani orang yang sudah dieksploitasi, tapi sebaiknya mencegah dengan membangun kondisi-kondisi yang kondusif agar orang kesulitan melakukan eksploitasi.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Parung, Negara Rugi Rp9,1 Miliar

“Kan lebih baik mencegah daripada mengatasi apa yang sudah terjadi. Nah, pemahaman-pemahaman ini kenapa menjadi sangat penting dalam kerangka edukasi, supaya masyarakat tidak terjebak dalam kejahatan itu. Karena kesadaran itu menurut saya pagar paling bagus,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala DP3A Kota Bogor, Iceu Pujiati menyampaikan bahwa target dari kegiatan ini adalah para perempuan penggerak, yaitu kader-kader yang memiliki fungsi sebagai penggerak perempuan dan anak dengan diberikan edukasi dan informasi tentang eksploitasi perempuan dan anak.

“Selain itu apa itu kekerasan perempuan dan anak, dan harus bagaimana ketika para penggerak di masyarakat melihat ada eksploitasi perempuan dan anak harus lapor ke mana, karena masih banyak juga yang tidak tahu,” paparnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================