
Nah, selama 30 menit, wanita suku Mentawai yang sedang dikerik giginya harus menahan rasa sakit dengan mengigit pisang hijau. Dari menahan sakit ini juga diyakini sebagai proses penemuan jati diri.
Saat ini tradisi kerik gigi tidak lagi diwajibkan untuk para wanita suku Mentawai, karena dibutuhkan juga persetujuan antara si wanita dengan pelaksana ritual. Tradisi ini mulai ditinggalkan oleh wanita suku Mentawai karena mereka yang sudah mengenal agama.
Mulai dari menganut Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam. Meski begitu, ada beberapa dari mereka yang tetap menganut Sabulungan. Mereka yang masih menganut Sabulungan, masih mewajibkan tradisi kerik gigi ini untuk tetap melanjutkan tradisi dalam kepercayaan mereka.
Mereka meyakini, jika tradisi kerik gigi ini akan menghindarkan seseorang dari enam sifat buruk manusia, atau biasa disebut “Sad Ripu”. Dengan begitu wanita yang telah melakukan tradisi tersebut diharapkan memiliki keteguhan dan kesabaran yang berlawanan dari enak sifat buruk manusia.
Nah itulah standar kecantikan bagi wanita suku Mentawai. Walaupun terbilang ekstrim, tapi harus mereka lakukan untuk mendapatkan kecantikan yang mereka inginkan. Tentunya hal ini juga berkaitan dengan kepercayaan dan cara kita masing-masing. (Net).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















