BOGOR-TODAY.COM, TANGERANG – Tarif angkutan umum naik imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Penumpang angkutan umum mengeluhkan kenaikan BBM yang membuat harga angkot dalam Kota Tangerang juga ikut naik.

Warga Babakan berinisial R mengatakan, meskipun kenaikan tarif angkot hanya berkisar antara Rp 1.000–2.000 juga cukup berarti bagi masyarakat yang memang akses utamanya kerap menggunakan angkutan umum. “Ya meski naik Rp 1.000–Rp 2.000 mah lumayan juga,” kata R saat berada di dalam angkot tujuan Stasiun Tangerang, Senin (5/9/2022).

Terlebih, angkot merupakan salah satu kendaraan yang ia gunakan sehari-hari untuk pergi bekerja. Untuk diketahui, tarif umum angkot jarak dekat di Kota Tangerang biasanya dikenakan biaya Rp 3.000.

Namun, setelah pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi dari Pertalite, Solar dan Pertamax, maka para sopir angkot di Tangerang telah menyepakati harga minimum tarif angkot sementara saat ini yakni Rp 5.000 untuk jarak dekat.

BACA JUGA :  Daftar Game Baru yang Rilis Juni 2026, Remake Legendaris Siap Ramaikan Pasar

Harga pertalite yang semula dijual Rp 7.650 kini menjadi Rp 10.000 per liter. Begitu juga solar yang dulu dibanderol Rp 5.150 sekarang naik menjadi Rp 7.200 per liter.

Di sisi lain, seorang perempuan berpakaian rapi seperti pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak mau menyebutkan namanya juga turut berkomentar mengenai kenaikan harga BBM subsidi ini. Sedikit berbeda dengan R, perempuan ini tidak begitu mengeluh jika sopir angkot menaikkan tarif angkutan umum, terkhusus di Kota Tangerang.

“Saya mah naik enggak naik (harga BBM), karena dari Corona (masuknya pandemi Covid-19) memang kadang sepi ye, jadi kadang-kadang saya suka lebihin aja (membayar tarif angkot),” kata dia.

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

Menurut perempuan itu, sebenarnya menaikkan harga BBM tidak akan membuat masyarakat dan pemerintah sekalipun sejahtera, jika selama ini dinilai konsumsi bahan bakar minyak telah menambah beban ekonomi pada negara. Ia menganggap kebijakan menaikkan harga BBM itu bukan solusi terbaik. Seharusnya bisa dengan membatasi kendaraan pribadi.

“Naikkan harga BBM itu gak ngaruh, yang harusnya dilakukan pemerintah itu membatasi kepemilikan kendaraan,” ujar dia.

Dengan membatasi kepemilikan kendaraan pribadi di setiap rumah, kata penumpang itu, baik itu berupa mobil ataupun motor akan menekan konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia. –(Net).

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================