“Jadi sebetulnya biaya logistik ini kalau dibandingkan dengan struktur harga yang tercapai pada komoditi tertentu itu misalnya menyumbang tidak lebih dari 5%,” ucap Sudaryono.

Lantaran faktor logistik tersebut, sambung dia, para pedagang mau tidak mau bakal menaikkan harga jualnya demi memperoleh keuntungan. Terlebih, ekonomi para pedagang pasar sangat pas-pasan, di mana untung yang didapat hari ini dipakai untuk keperluan harian, begitu seterusnya.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Parung, Negara Rugi Rp9,1 Miliar

“Sehingga dengan adanya kenaikan BBM itu akan menaikkan biaya hidup mereka selama yang biasanya cukup untuk satu bulan tapi karena BBM-nya naik maka akan kurang. Maka jangan heran jika harga barang pokok mahal. Itu untuk menutupi kekurangan pedapatan para pedagang,” pungkasnya. –(Net).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================