Selain pencapaian tersebut diatas, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah menyiapkan beberapa infrastruktur untuk mendukung efektivitas governance, risk and compliance yang pertama Direksi telah memiliki SPI disertai dengan Internal Audit Charter. Kedua, Dewan Pengawas telah memiliki Komite Dewan Pengawas

“Yang ketiga Infrastruktur Good Corporate Governance telah disertai dengan Surat Pernyataan Komitmen Bersama, keempat Pdoman Manajemen Risiko dituangkan di dalam RPAM dan telah menetapkan Tim RPAM melalui SK Direktur dan terakhir, Kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat,” paparnya.

BACA JUGA :  Kampus di China Hapus Ribuan Jurusan Lama, Fokus Kembangkan Program Berbasis Teknologi dan AI

Atas hal tersebut diatas, lanjut dia, selama tahun 2021 Perumda Air Minum Tirta Kahuripan didaulat menjadi BUMD Air Minum dengan Laba (setelah pajak) paling besar se-Provinsi Jawa Barat. BUMD Air Minum dengan nilai aset terbanyak se-Provinsi Jawa Barat.

“Kemudian, BUMD Air Minum dengan kontribusi fiskal (perpajakan) terbesar se-Provinsi Jawa Baratdan BUMD Air Minum dengan kontribusi dividen terbesar se-Provinsi Jawa Barat,” paparnya

Yuliansah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dan stakeholders, mulai dari Plt. Bupati Bogor dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, DPRD Kabupaten Bogor, dan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang telah bersinergi dan memberikan kontribusinya.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

“Penghargaan tersebut akan dijadikan pemacu untuk menjadi lebih baik lagi dan mengejar dibidang yang masih tertinggal untuk Menjadi Perusahaan Air Minum Termaju dan Terbaik di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================