
“Kendalanya ada beberapa indikasi, kita surplusnya terlalu besar. Oleh karena itu, kolaborasi ini lah kita harapkan pelaku usaha besar bisa menyerap hasil dari pada peternak mandiri,” bebernya.
Dengan begitu, ia berharap berkurangnya surplus itu, hingga kedepannya ia juga akan mengembangkan bagaimana penetapan dari pada cadangan pangan sebagai salah satu penyerap surplus tadi.
“Kami juga sepakat tadi, akan mengendalikan surplusnya tidak boleh surplusnya berlebih. Surplus harus terkendali. Sehingga setiap kita surplus bisa kita tata tidak merubah harga di peternak atau menurunkan harga peternak dan tidak menggangu harga di konsumen,” katanya.
Kata dia, harga daging sementara ini mengarah pada harga Rp 21 ribu, sedangkan di tingkat konsumen berada dikisaran Rp 35 ribu.
Intinya pada diskusi tersebut adalah penyerapan dengan harga yang meningkat rata-rata di sisi harga pasar.
“Misalkan harga pasar 15 ribu temen-temen akan menyerap di angka 17 Ribu. Dan itu adalah kesepakatan antara pelaku usaha dengan peternak. Artinya komitmen ini kita harus berikan kelonggaran, kalau dihitung hampir 700 ribu ton per tahun, tuntasnya. (B. Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















