
Menurutnya, volume sampah yang begitu banyak mengakibatkan petugas operator mendapatkan sampai tiga kali lipat jumlah volume sampah dari jumlah biasa setiap hari.
Ia mengaku dampaknya kapasitas produksi berkurang, tapi pelayanan air bersih ke pelanggan masih normal. Ia meminta para manajer dan asisten manajer untuk memonitor kejadian curah hujan tinggi. Di mana volume sampah bisa meningkat tiga kali lipat.
Saat ini, pihaknya juga telah membentuk tim khusus gabungan untuk memonitor kejadian bencana alam longsor ataupun banjir.
Dibentuknya tim khusus gabungan ini agar pihaknya bisa melakukan perbaikan pipa segera. Apabila ada pipa milik Perumda Tirta Pakuan disekitar lokasi bencana alam atau ikut terdampak.
“Kami juga membentuk tim khusus untuk antisipasi perbaikan pipa, agar tidak mengakibatkan longsor susulan apabila pipa rusak dan air menyembur keluar. Kami juga melihat kondisi apabila saat perbaikan didekat lokasi longsor, petugas harus hati-hati dikhawatirkan ada longsor susulan,” pungkasnya. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















