“Kuantitas 90 persen, tapi kualitas masih belum sampai segitu. Kelihatannya ada perpanjangan, tapi masih menyisakan delapan hari lagi, saya minta kebut,” jelasnya.

Kemudian Bima menyampaikan, untuk komunikasi dibantu dengan wilayah ke titik elevasi. Untuk adanya pohon dan tiang memakan space atau makan tempat dikomunikasikan dengan Disperumkim.

“Pihak-pihak eksternal dikomunikasikan, ini semua harus turun mengecek, dinas, kontraktor dan aparatur wilayah. Semua harus turun,” tegas Bima.

BACA JUGA :  Sarwendah Ingin Perselisihan dengan Ruben Onsu Segera Tuntas Demi Anak-anak

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Chusnul Rozaqi mengatakan, untuk kondisi proyek memang belum selesai untuk segera diperbaiki dan disesuaikan antara trotoar dengan lahan milik pribadi, akan dirapihkan semua. Tiang dan pohon dikomunikasikan dengan Jasa Telekomunikasi (Jastel).

“Padahal kemarin sudah ada dua titik yang dibongkar dan pihak Jastel miskomunikasi karena yang diminta kami itu seluruhnya yang sudah tidak terpakai. Maka akan dikomunikasikan agar dibongkar semua, total ada tujuh tiang,” terangnya.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Chusnul menambahkan, untuk pohon kebijakan ada di Disperumkim, apakah akan ditebang atau bagaimana. Ada kemarin drainase yang tidak dihitung karena airnya menggenang dan volumenya kami perbaiki.

“Kami evaluasi kalau kemungkinan ada perpanjangan, sisa waktunya delapan hari dari sekarang,” pungkasnya. (Aditya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================