BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Curug Pangeran terletak di Kawasan Wisata Gunung Bunder bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, Dibalik keindahannya, Curug Pangeran ternyata memiliki kisah mistis yang cukup kental dikalangan masyarakat maupun wisatawan lokal yang berkunjung.

Kisah itu diungkapkan salah seorang warga sekitar berinisial SJ (45). Ia menyebut, Curug Pangeran dahulunya merupakan tempat patilasan (persinggahan) seorang raden yang merupakan sahabat karib anak Prabu Siliwangi, Raden Kian Santang dari Kerajaan Padjajaran.

Yang lebih mengejutkannya lagi, tidak sedikit dari warga sekitar curug kerap mendengar alunan musik tradisional Sunda yang menggema begitu jelas di sekitar kampung pada setiap malam Jumat.

Tak hanya musik gamelan, warga juga selalu mendengar segerombolan orang mandi.

“Merindingnya kalau setiap malam Jumat, warga suka mendengar kerumunan orang yang sedang bermain degungan, jaipong, dan bunyi kereta kencana. Alasan itulah, nama curug itu dinamakan Curug Pangeran,” jelas dia.

Selain itu, warga lainnya juga mempercayai jika air terjun tersebut memiliki khasiat yang sama seperti Curug Cigamea dan Curug Kondang yakni, jika ada seseorang sulit mendapatkan jodoh dan mandi di sana (Curug Pangeran), akan segera mendapatkan jodoh dan airnya bisa membuat awet muda.

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

“Kalau dari cerita orang sini, air curugnya itu bisa membuat awet muda bagi orang yang mandi di sana,” tuturnya.

Berdasarkan kisah mistis itulah, para pengunjung tidak diperkenankan untuk camping atau menginap di malam Jumat di lokasi wisata Curug Pangeran.

Karena kepercayaan tersebut yang masih sangat kental di curug ini, traveler yang hendak datang harus sangat berhati-hati dan menjaga segala perbuatan dan sikap, juga pakaian yang travel kenakan harus sopan.

Memiliki ketinggian kurang lebih 6 meter, membuat air terjun ini memiliki air yang sangat jernih ditambah lagi dengan adanya pantulan cahaya, yang membuat warna air menjadi hijau kebiruan dan membuat mata traveler dimanjakan dengan keindahan alamnya.

Karena ketinggian tersebut dan dalamnya kolam yang berada di bawah air terjun menyebabkan pengelola memberi batasan atau tanda berupa tali di titik yang dianggap rawan.

Untuk para pengunjung yang tidak mahir berenang harus sangat memperhatikan hal tersebut agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti diketahui, suasana di sekitar Curug Pangeran sangat sejuk, angin berhembus silih berganti, gemericik air riuh terdengar, oksigen yang kaya dihasilkan oleh rimbunnya pepohonan yang kokoh di sekitar tempat wisata.

Sebelum menikmati keindahan Curug Pangeran, pengunjung harus berjalan sekitar 150 meter dari parkiran kendaraan dengan melewati jalan setapak yang masih beralaskan tanah dan bebatuan alami yang di kanan dan kirinya dipenuhi oleh rimbunnya pepohonan khas vegetasi Gunung Halimun Salak.

BACA JUGA :  6 Kondisi Rambut yang Bisa Menjadi Sinyal Masalah Kesehatan Tubuh

Jika pengunjung memiliki hobi berkemah, tempat ini juga menyediakan tempat untuk berkemah dengan suasana hutan yang masih sangat kental.

Namun pengunjung wajib membawa peralatan berkemah seperti tenda dan matras dari rumah, karena di sana tidak menyewakannya. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

Tetapi waktu terbaik untuk berkunjung ke curug ini adalah sejak pagi hari agar pengunjung dapat puas mengeksplore tempat ini dan juga mendapatkan cahaya yang cukup dan bagus untuk berfoto.

Memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti lahan parkir yang luas untuk kendaraan, jadi pengunjung tidak perlu takut apabila datang saat weekend tidak mendapatkan lahan parkir.

Selain itu untuk fasilitas lain seperti toilet untuk membilas sesudah berenang juga dapat dibilang bersih dan mendukung. Terdapat juga tempat untuk beribadah serta warung-warung yang menjajakan aneka makanan dan minuman.

Selain itu pengunjung juga wajib menjaga kebersihan di sekitar Curug Pangeran ini dan tidak lupa untuk selalu menaati protokol kesehatan. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================