Photo by Jacqueline Ramseyer Orrell/SLAC National Accelerator Laboratory

Secara teknis, kamera LSST umumnya memiliki fitur yang sama dengan kamera digital. Namun, ukuran kamera ini jauh lebih besar.

Ini memiliki 189 sensor yang menggunakan cahaya dari objek seperti bintang dan mengubahnya menjadi sinyal listrik untuk membuat gambar digital. Setiap sensor berbentuk persegi panjang dengan panjang sisi sekitar 42mm.

Secara keseluruhan, kamera LSST menawarkan resolusi yang setara dengan 3,2 gigapiksel atau 3.200 MP. Dukungan ini memungkinkan kamera LSST untuk memotret bola golf dari jarak 24 kilometer.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

Semua sensor dikelilingi oleh lensa berdiameter 1,57 meter. Karena ini adalah lensa terbesar yang pernah ada, ia berhasil meraih Guinness World Record seperti yang disusun KompasTekno dari New Scientist, Rabu (3/11/2022).

Bodinya sendiri memiliki berat 3 ton dan secara fisik setara dengan mobil, tetapi tingginya hampir 2 meter.

Meski diluncurkan, kamera LSST perlu menjalani tahap akhir modifikasi sebelum dapat beroperasi di puncak Serro Pachong pada akhir 2024.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kamera ini juga dilengkapi teknologi pendingin yang menjaga suhu perangkat tetap stabil hingga -100 derajat Celcius. Pembaruan teknologi pendinginan ini merupakan perubahan terakhir sebelum diterapkan.

Pada Mei 2023, ilmuwan SLAC akan mulai mengemas kamera LSST untuk dimuat ke Boeing 747 dan diterbangkan ke Santiago, Chili.

Setelah itu, kamera dimasukkan ke dalam kereta dan tiba di observatorium di puncak Selro Pachong.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================