Beredar info gempa sesar
Ilustrasi berita hoaks.

BOGOR-TODAY.COMBeredar info gempa sesar Cimandiri-Erupsi Gunung Gede, Cianjur, Jawa Barat. Kabar itu menyebutkan akan ada pergerakan Sesar Cimandiri yang membuat gempa dan berdampak pada erupsi Gunung Gede.

Informasi hoaks tersebut beredar dalam bentuk berita, imbauan, dan pesan suara atau voice note. Hoaks pertama menyebut ada delapan daerah yang bakal dilewati pergerakan Sesar Cimandiri.

Berikut kabar bohong tersebut:

Ijin melaporkan komandan situasi terkait tingkat kewaspadaan info BMKG dan BNPB tingkat waspada tinggi wilayah Sukabumi aktivitas yang dilewati garis pergerakan Sesar Cimandiri satu minggu ke depan:
1. Pelabuhan Ratu dan sekitarnya
2. Cibadak dan Cibolang
4. Cicantayan dan Cibolang
5. Sukalarang dan sekitarnya
6. Baros dan sekitarnya
7. Salabintana dan sekitarnya
8. Kadudampit dan sekitarnya

Himbauan begi warga tetap waspada dan tidak panik serta tak bepergian dari rumah masing-masing untuk menjaga keamanan tempat tinggal masing-masing.

Terima kasih
Muspika dan Muspida
Kota Sukabumi

Hoax kedua, ada voice note yang menyebut bakal ada pergeseran lempeng mengarah ke Waduk Cirata. Voice note ini mengatasnamakan prediksi BMKG. Padahal, gempa tidak bisa diprediksi.

BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Hoax ketiga, ada kabar burung soal adanya cahaya seperti api menyala di Gunung Gede yang menyebabkan terjadinya erupsi Gunung Gede yang mengakibatkan gempa di Kampung Singa Barong dan Kampung Sarongge, Kabupaten Cianjur.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Stasiun Geofosika Bandung dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teguh Rahayu menepis kabar yang beredar di masyarakat.

Melalui cuitan akun Twitter resmi @BMKGBandung, yang dilihat bogor-today.com, Rabu (23/11/2022) Teguh menegaskan kabar tersebut tidak benar.

BACA JUGA :  4 Cara Simpel Membersihkan Minyak Goreng Bekas agar Tetap Jernih dan Aman Dipakai Lagi

“Berita tersebut tidak benar dan BMKG tidak pernah menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut,” demikian kata Teguh Rahayu dalam surat tersebut.

Semua kabar itu adalah bohong belaka. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kabar-kabar tersebut. Berikut adalah klarifikasi BMKG:

  1. Berita tersebut tidak benar dan BMKG tidak pernah menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut.
  2. Berita itu hanya hoax/isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat, karena isu tersebut tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas.
  3. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi.
  4. Informasi resmi yang diperoleh dari PVMBG, hingga saat ini status Gunung Gede masih dalam status Level 1 (Normal). (*)
Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================