Angka Stunting
Pemerintah Kabupaten Bogor sinergi dengan seluruh Puskesmas, Kecamatan, Desa dan Perangkat Daerah di Kabupaten Bogor berkomitmen mewujudkan Gobest melalui kegiatan pertemuan publikasi gizi balita tingkat Kabupaten Bogor tahun 2022, di M-One Hotel & Convention Sukaraja, Kamis (1/12/2022). Foto : Diskominfo Kabupaten Bogor.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Bogor, dan mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor Bebas Stunting (Gobest) atau zero stunting. Pemerintah Kabupaten Bogor sinergi dengan seluruh Puskesmas, Kecamatan, Desa dan Perangkat Daerah di Kabupaten Bogor berkomitmen mewujudkan Gobest melalui kegiatan pertemuan publikasi gizi balita tingkat Kabupaten Bogor tahun 2022, di M-One Hotel & Convention Sukaraja, Kamis (1/12/22).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hadijana menerangkan, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Bogor melalui intervensi spesifik seperti imunisasi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita dan pemantauan pertumbuhan. Juga dilakukan melalui intervensi sensitif seperti penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan gender.

Baca Juga :  Nelayan di Sampang Tewas Tenggelam usai Kapalnya Dihantam Ombak

“Alhamdulilah, capaian terakhir bulan imunisasi anak nasional di Kabupaten Bogor, sudah mencapai target 95,17 persen dan berdasarkan data Dinkes angka stunting di Kabupaten Bogor per November 2022 berada diangka 4,78 persen,” ungkap Hadijana.

Dengan demikian, ia mengajak lintas sektoral untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk penanganan stunting yang lebih terintegrasi dan komperehensif. Sebab pemerintah pusat menargetkan turun 14 persen pada tahun 2024, dan Provinsi menargetkan sebesar 17,2 persen.

“Kami Pemkab Bogor berkomitmen melakukan intervensi stunting secara menyeluruh demi tercapainya Bogor Bebas Stunting di tahun 2024. Percepatan penanganan dan penajaman sasaran stunting pada tahun 2020 telah ditetapkan 38 desa dari 14 kecamatan, dan tahun 2021 sebanyak 68 desa di 26 kecamatan, serta tahun 2022 telah ditetapkan 104 desa di 34 kecamatan sebagai lokus fokus intervensi stunting,” jelas Hadijana.

Baca Juga :  Ketua Dewan Rudy Susmanto Minta Program Samisade Dilanjut Hingga 2024

Sementaara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Katlarina menjelaskan bahwa sebagaimana diketahui bersama bahwa sejak tahun 2019 Kabupaten Bogor telah dipilih oleh pemerintah pusat menjadi salah satu kabupaten lokus intervensi stunting dari 160 kabupaten/kota.

Penentuan lokus sebagai upaya percepatan yang bertujuan untuk penajaman sasaran wilayah penanganan stunting serta untuk mempermudah koordinasi dan pelaksanaan pilar penanganan stunting.