HIV atau AIDS
Ilustrasi peringatan hari AIDS. Foto : Freepik.com

BOGOR-TODAY.COMHIV atau AIDS hingga saat ini masih menjadi persoalan dalam dunia kesehatan. Di Indonesia sendiri, 640.000 orang yang hidup dengan HIV pada 2018. Meski edukasi seputar penyakit ini sudah sering dilakukan, masih banyak mitos-mitos yang meliputi HIV/AIDS. Salah satunya yang beredar adalah mitos bahwa gigitan nyamuk bisa menularkan virus penyebab HIV.

Lantas, benarkah demikian? Simak penjelasannya berikut ini.

HIV merupakan penyakit yang menyerang imunitas tubuh seseorang. Nama penyakit ini berasal dari singkatan nama virus yang menyebabkannya, yaitu human immunodeficiency virus.

Secara spesifik, HIV menyerang salah satu sel imun bernama CD4. Ketika sel tersebut dihancurkan oleh HIV, maka tubuh akan semakin sulit untuk melawan infeksi.

Baca Juga :  Resep Masakan Nasi Kari Ayam Rice Cooker

Perlu diketahui, jumlah sel CD4 normalnya berada pada kisaran 500 sampai 1400 sel per kubik millimeter.

Bila jumlah sel CD4 jatuh sampai di bawah 200 sel per kubik millimeter, penyakit ini akan berkembang menjadi AIDS.

Selain lewat hubungan seksual tanpa pengaman (kondom), HIV juga bisa ditularkan melalui darah.

Dari asas inilah muncul sebuah anggapan bahwa nyamuk yang telah menghisap darah orang dengan HIV bisa menularkan penyakit pada orang yang digigit setelahnya.

Baca Juga :  Resep Udang Asam Manis ala Thailand, Cocok Buat Makan Malam

Padahal, gigitan nyamuk tidak dapat menularkan virus yang menyebabkan HIV. Kerja belalai pada nyamuk tidak sama dengan jarum suntik.

Belalai nyamuk terdiri dari dua saluran, yang satu bertindak sebagai pengambil darah, satu lagi bertindak sebagai suntikan air liur dan antikoagulan.

Hal ini bertujuan untuk mencegah penggumpalan darah yang akan membantu pemberian makan nyamuk agar tetap lancar.

Itu artinya, ketika nyamuk menggigit manusia, nyamuk tidak akan menyuntikkan darah tapi hanya menyuntikkan air liurnya.