BOGOR-TODAY.COM, CIBINONG – Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan memaparkan kondisi peningkatan infrastruktur teknologi informasi pendidikan di Kabupaten Bogor, saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Jumat (2/12).

Tim Komisi X DPR RI, dipimpin oleh Dede Yusuf dari Fraksi Partai Demokrat. Hadir mendampingi Plt. Bupati Bogor, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Kepala Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo), Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala BKPSDM.

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan, seiring dengan terjadinya pandemi Covid-19, akselerasi transformasi digital berdampak luar biasa terhadap dunia pendidikan. Seluruh stakeholder pendidikan harus beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada, mengajar dengan cara-cara baru melalui hybrid learning, merdeka belajar dan sebagainya.

Baca Juga :  Resep Masakan Chiken Wings Panggang Bumbu Madu

Ia menjelaskan, di Kabupaten Bogor terdapat 1.852 Sekolah Dasar, 1.537 negeri dan 315 swasta. Kemudian terdapat 749 SMP, negeri ada 105 dan swasta ada 644 sekolah, yang tersebar di 40 Kecamatan, 416 desa dan 19 kelurahan. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami untuk memberikan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas, khususnya terkait penyediaan sarana prasarana teknologi informasi.

“Terkait kebijakan peningkatan sarana prasarana infrastruktur IT, Pemkab Bogor mengalokasikan APBD untuk pengadaan alat penunjang berupa server dan laptop untuk 302 sekolah dasar untuk mendukung asesment nasional berbasis komputer,” jelas Iwan Setiawan.

Selanjutnya, sebut Iwan, untuk jenjang SMP sudah dimulai sejak tahun 2018 dengan melakukan pengadaan alat penunjang UNBK di seluruh sekolah negeri di Kabupaten Bogor. Di 2023 dilakukan pengadaan whiteboard interactive guna menunjang pembelajaran Kurikulum Merdeka.

Baca Juga :  Polisi Amankan Puluhan Remaja Saat Malam Imlek, 23 Orang Pengguna Narkoba, 1 Pelaku Cabul

“Dalam upaya peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur IT pendidikan, fasilitas yang diterima oleh satuan pendidikan berupa server, laptop UPS, chromebook, proyektor, dan whiteboard interactive,” sebut Iwan.

Iwan menerangkan, beberapa kendala yang kami hadapi adalah kurangnya tenaga pendidik yang berkompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi, keterbatasan anggaran daerah, dan masih adanya blank spot akses internet.

“Agar implementasi IT bidang pendidikan semakin maju, berkembang dan merata. Pemkab Bogor tentunya tidak dapat bergerak sendiri. Kami butuh dukungan baik dalam hal anggaran, peningkatan sarana prasarana, peningkatan kompetensi SDM dan perluasan jaringan internet di kawasan blank spot,” terang Iwan.