Deddy Corbuzier
Viralnya Fajar Sadboy yang berhasil menghibur warga net dengan kisah cintanya yang menyedihkan mendapat sorotan tajam dari Deddy Corbuzier. (Foto : Tangkapan Layar Dari Acara Podcast Close the Door)

BOGOR-TODAY.COM, JAKARTA – Mondar – mandirnya wajah Fajar Sadboy diberbagai acara Televisi dan menjadi bintang tamu disejumlah acara podcast ternyata mendapat reaksi dari Deddy Corbuzier yang mempertanyakan keberadaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Deddy Corbuzier menganggap keberadaan Fajar Sadboy di sejumlah stasiun Televisi merupakan sebuah tindakan melanggar aturan, karena dianggap melakukan eksploitasi anak.

Seperti diketahu, Fajar Sadboy menjadi trending diberbagai platform dengan mengumbar kisah cintanya yang menyedihkan sehingga viral. Padahal Fajar adalah bocah asal Gorontalo yang masih berusia 15 tahun.

Dikutip dari kanal youtube podcast Close the Door pada Selasa 17 Januari 2023, Deddy Corbuzier mempertanyakan mengapa bisa Fajar Sadboy diundang ke acara Televisi dengan mengumbar kegalauan cinta anak bocah yang masih di bawah umur.

Yang lebih parah Deddy Corbuzier menyoroti sang mantan Fajar yang juga masih anak-anak juga diundang diacara Televisi.

Deddy Corbuzier heran dan aneh kesenangan masyarakat yang seyogyanya itu tidak boleh diper tontonkan dihal layak ramai.

“Adanya kecederungan masyarakat untuk menyukai tontonan tentang kebodohan orang lain, disitu ada teori psikologinya namanya “Schadenfreude” artinya kebahagiaan yang di dapat dari kemalangan orang lain, yang nonton senang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Mengenal “Turun Berok”: Hernia Inguinalis yang Umum Terjadi pada Laki-laki

“Yang jelas, bukan karya, bukan prestasi. Penontonnya jutaan,” kata Deddy Corbuzier dalam acara podcast Close the Door yang tayang pada Selasa 17 Januari 2023 lalu.

Deddy yang juga suami Sabrina Chairunnisa tersebut kemudian membandingkan jumlah penonton Fajar Sadboy dengan tayangan yang menampilkan pemenang olimpiade matematika. Namun menurut Deddy, bukan itu masalahnya.

“Pertanyaan saya, bukan masalah Fajar diundang ke sini apa enggak, bukan masalah Fajar ada di media sosial apa enggak, bukan masalah Fajar nangis-nangis beneran apa enggak, bikin quotes, mau pacaran umur 15 tahun, bukan itu. Pemasalahannya adalah dia pada saat ada TV, mana KPI?,” ketus Deddy.

Deddy Corbuzier mempertanyakan peran KPI yang menyebut diri mereka sebagai pelindung hak anak-anak.

“Katanya Anda melindungi hak anak-anak. Saya pernah di Hitam Putih ngundang anak kecil, kena KPI. Pertanyaannya sekarang, ketika Fajar Sadboy dan mantannya, usia di bawah umur masuk ke dalam TV, mana KPI?” ucap Deddy Corbuzier.

BACA JUGA :  Muhammadiyah Tegaskan Komitmen Dukung Program MBG, Fokus pada Gizi dan Generasi Unggul

Deddy Corbuzier populer ini bahkan menyebutkan tentang pasal yang mendukung argumennya.

“Padahal kalau kita merujuk pada pasal 29 peraturan KPI tentang pedoman perilaku penyiaran disebutkan bahwa lembaga penyiaran tidak boleh mewawancarai anak-anak di bawah umur 18 tahun di luar kapasitas mereka serta wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan mereka. Mana KPI?” kata Deddy lagi mempertanyakan.

“Kok enggak ada? Kok (Fajar Sad Boy) masih bisa tetap muncul (di TV)? Apa Anda sibuk ngeblur tetek (payudara) sapi?” imbuh Deddy Corbuzier kesal sekalugus menyindir aksi KPI yang asal main sensor.

Tak cukup sampai di situ, Deddy Corbuzier terus menyentil KPI dengan sindiran pedas. Peraturannya ada. Realisasinya mana? Kalau lihat tetek-tetek enggak boleh, tapi kalau anak di bawah umur nangis karena putus cinta boleh gitu?

Terakhir, Deddy Corbuzier menegaskan bahwa mengundang Fajar Sadboy ke Televisi adalah bentuk dari eksploitasi anak yang tidak hanya merugikan Fajar, tetapi juga anak-anak di bawah umur yang menonton. (**)

Untuk menonton selengkapnya klik link di bawah ini

Klik Link

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================