Laporan tersebut menunjukkan, penipuan dan pencurian identitas yang cukup besar terjadi di bawah pemerintahan sebelumnya, karena kurangnya control dari pemerintah AS.

Dan Presiden Joe Biden pun merespon hal itu dengan cara mengantisipasi tindakan penyalahgunaan bisnis pinjaman bantuan COVID-19.

BACA JUGA :  Daftar Game Baru yang Rilis Juni 2026, Remake Legendaris Siap Ramaikan Pasar

Laporan pengawas menyebutkan, bahwa pada tahun 2021 lalu Administrasi Bisnis Kecil AS melakukan perbaikan pada kontrol program bantuannya.

Pada bulan September, inspektur jenderal Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, penipu mungkin mencuri sekitar $45,6 miliar dari program asuransi pengangguran AS selama wabah COVID-19 merebak.

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Pada bulan September juga, Jaksa Federal AS mendakwa lusinan orang yang mencuri $250 juta dari program bantuan COVID-19 selama pandemik. *** (reuters.com)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================