
Tahun sebelumnya, sekolah tersebut mendapatkan bantuan pemerintah berupa penambahan ruang belajar baru plus kursi dan meja belajar.
“Karena itu satu paket, jadi kursi dan mejanya dipakai diruangan yang baru, sedangkan ruangan yang lama kursinya sudah pada rusak. Kita juga tidak mau ambil pusing, karena dari disdik juga ada yang monep,” sambungnya.
Adapun iuran 1 zak semen setiap murid, Siti pun membenarkannya, menurut dia patungan semen itu peruntukannya untuk membangun jalan dan toilet siswa.
“Jalan di sekolah ini masih tanah, setiap turun hujan jalan jadi jeblok kotor akibat tanah yang dibawa sepatu siswa siswi, kedua semen itu digunakan untuk membangun toilet. Kami memiliki 592 murid, dan toilet itu untuk para murid juga,” paparnya.
Pihak sekolah terpaksa harus meminta bantuan orangtua murid, karena dana BOS tidak mengcover untuk pembangunan jalan dan toilet.
Dia menambahkan, segala keputusan yang diambil pihak sekolah tentunya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada para komite dan kesepakatan bersama juga demi kebaikan bersama akhirnya memutuskan melakukan iuran tersebut.
“Ini bukan semata-mata keputusan sekolah, tetapi atas dasar kesepakatan antara pihak sekolah, komite dan orangtua siswa siswi,” pungkasnya. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















