
Berdasarkan data, bahwa jumlah TPS itu totalnya ada 330 plus ada tambahan 10-15 TPS, tambahan itu ketika ada pedagang yang belum terverifikasi, mereka tetap dikumpulkan dan diakomodir.
“Jadi, setelah mereka pindah 100 persen baru kita dilakukan pembongkaran bangunan lama, kemungkinan selesai sekitar usai idul Fitri baru dilanjutkan mulai pembangunan,” katanya.
Dia juga mengatakan, bahwa dalam setiap program tentu kendala itu selalu ada, tetapi hal itu sudah bisa diatasi dengan komunikasi, terlebih lagi bahwa Wali Kota juga pernah datang menyampaikan rencana tersebut kepada para pedagang.
“Ya, bahwa tujuannya untuk penataan, jadi semata-mata untuk kebaikan semua, sebab Pasar Jambu Dua kondisi pasarnya seperti ini dan sudah seharusnya di perbaiki,” tambah dia.
Terakhir dia mengatakan, bahwa untuk fasilitas lebih mengutamakan ke bangunan TPS tapi ada juga, toilet, pos keamanan dan kantong area parkir.
“Kita sediakan kantong parkir di belakang, supaya pedagang yang dibelakang itu bisa dikunjungi sama pembeli yang bawa motor, dan kantong parkir mobil posisinya di depan,” ucapnya.
Untuk desain bangunan baru nanti, hampir sama kaya seperti gedung lama, tetapi untuk baseman tidak terlalu dalam. “Jadi gedung baru nanti dibangun semi baseman, lalu lantai dasar, dan kantor unit serta musala nnti ada di rooftop,” tambahnya lagi.
Total kios di gedung baru akan berjumlah sekitar 1.141, diperuntukan untuk berjualan para pedagang Pasar Jambu Dua dan Pasar Bogor. Misalnya ketika dibuka pendaftar dari Jambu Dua ada 500, berarti kuota sisanya 641 kios untuk pedagang yang pindah dari Pasar Bogor.
“Insya Allah ini nantinya jadi Pasar Jambu Dua ini akan jadi Pasar Induk terbesar, karena akan buka 24 jam yang tadinya hanya buka dari sore sampai jam 11 malam, maka nanti akan buka 24 jam,” tuntasnya.(*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















