
BOGOR-TODAY.COM – Menjelang bulan puasa Ramadan 1444 H, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, untuk memastikan ketersedian sembako.
Bukan hanya ketersediaan sembako saat bulan puasa Ramadan 1444 H, namun Dewan juga meminta agar harga sembako tidak mengalami lonjakan kenaikan.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta Pemkab Bogor agar pasokan sembako jelang puasa Ramadan 1444 H, cukup untuk warga Bogor.
“Pemkab harus memastikan memastikan ketersedian bahan pokok menjelang bulan Ramadan 1444 H, hingga hari lebaran mendatang,” kata Rudy.
Selain ketersediaan stok, kelayakan harga dan masa kadaluarsa produk yang beredar di pasaran juga harus jadi perhatian, jangan sampai ada sembako kadaluarsa beredar di pasaran.
“Pasokannya harus cukup, harganya terjangkau dan produknya juga aman untuk dikonsumsi masyarakat saat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1444 H,” ujarnya.
Dalam kondisi tingginya permintaan, sangat dimungkinkan ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan tanpa mengindahkan kesehatan masyarakat.
Salah satu, yang harus dihindari, kata Rudy, masuknya produk-produk yang habis masa layak konsumsinya ke pasar tradisional, maupun pasar modern.
“Harus ada himbauan dan tindakan yang tegas dari Pemkab Bogor agar hal tersebut tidak terjadi dan masyarakat bisa mendapatkan produk layak konsumsi,” katanya.
Politisi Partai Gerindra itu juga meminta agar Pemkab Bogor mengantisipasi penimbunan sembako yang berdampak naiknya harga-harga.
Menurut Rudy, kenaikan harga bahan pokok akan sangat memberatkan masyarakat yang sebagian besar ekonominya sedang masa pemulihan usai menghadapi Pandemi covid-19 yang berkepanjangan.
“Saya berharap energi dan sinergi yang dilakukan pemerintah titik berat fokusnya pada masalah ketersediaan, keamanan, dan harga sembako karena itu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.
Terakhir, Rudy juga mengajak semua elemen masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjaga kondusifitas wilayah.
Bulan ramadan 1444 H dan hari raya Idul Fitri, kata Rudy, bukan hanya sekedar ritual rutin tahunan yang berorientasi spiritual saja, tapi juga punya dimensi sosial yang sangat tinggi.
“Apalagi kita sedang berada pada masa tahapan pemilu. Saya berharap semua elemen masyarakat turut menjaga kondusifitas Kabupaten Bogor yang sama-sama kita cintai ini,” tandasnya. (*)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















