FISIPKOM Unida Edukasi Pemilih Muda Dalam Berantas Hoaks Pemilu

Koordinator SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kabupaten Bogor Naotalia Apapyo menyampaikan, rusaknya pesta demokrasi salah satunya karena adanya berita hoax dalam pemilu. Terjadinya disinformasi yang signifikan, disebabkan rendahnya literasi pembaca. Hoax yang bertebar, rata-rata terjadi di media sosial.

“Yang harus dicatat dalam mengidentifikasi berita hoax, adalah judul yang provokatif. Untuk mendeteksinya, cek sumber berita, dari mana asalnya berita, lalu periksa kembali fakta, cari situs pembanding dan bijak dalam menyebarkan berita,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Redaktur Pelaksana liputan6.com, Edu Krisnadefa, menjelaskan, maraknya fenoma post truth atau suatu pemberitaan yang didasarkan atas keyakinan dan emosional pribadi, mirip dengan hoax yang pemberitaannya dikemas dengan sifat bombastis dan mengabaikan data, fakta, serta tidak jelas kebenarannya.

BACA JUGA :  Komisi IV DPRD Soroti Polemik Pendidikan di Kota Bogor, Pastikan Guru dan Murid Merdeka Belajar

“Jadi intinya, post truth itu menilai suatu berita atau informasi, bukan berdasarkan objektivitas. Tetapi berdasarkan emosi dan keyakinan. Ini yang bahaya, karena menilai pemberitaan dengan tidak rasional,” katanya.

Sementara, Dosen-dosen dari FISIPKOM Unida yakni, Wakil Dekan Nonakademik sekaligus Dosen Prodi Sains Komunikasi, Maria Fitriah, mengajak Generasi Z untuk mengenali dan lawan hoaks di Media Sosial, Dosen Prodi Ilmu Komputer, Uus Firdaus, membawakan materi tentang Literasi Media Digital Dalam Menangkal Hoax Bagi Pemilih Pemula, dan terakhir, Dosen Prodi Administrasi Publik, yang juga Pakar dan Pengamat Politik, Yusuf Gotfirdus Goris Seran, membawakan materi dengan tema Dunia Digital dan Hoax. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua