
Musim hujan khas wilayah Kivu Selatan saat ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Mei.
Bencana di RD Kongo Timur terjadi dua hari setelah banjir menewaskan sedikitnya 131 orang dan menghancurkan ribuan rumah di negara tetangga Rwanda, yang terletak di sisi lain Danau Kivu.
Pada hari Sabtu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana banjir di kedua negara.
“Ini adalah ilustrasi lain dari percepatan perubahan iklim dan dampak buruknya terhadap negara-negara yang tidak melakukan apa pun untuk berkontribusi terhadap pemanasan global,” katanya saat berkunjung ke Burundi.
Para ahli mengatakan peristiwa cuaca ekstrem terjadi dengan frekuensi dan intensitas yang meningkat akibat perubahan iklim.
Bulan lalu, tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras menewaskan sekitar 20 orang di Kivu Utara, sebuah provinsi yang bertetangga dengan Kivu Selatan.
RD Kongo, sebuah negara luas seukuran benua Eropa barat, adalah salah satu negara termiskin di dunia, yang diliputi oleh konflik di timurnya.
Nahasnya, bencana banjir dan tanah longsor yang menewaskan ratusan warga dan melukai ratusan lainnya dan ratusan orang hilang, menambah penderitaan warga Kongo. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















