
BOGOR-TODAY.COM – Gunung sampah di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Kampung Masjid RT 1/4, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor yang sempat membuat resah warga sekitar akan dibereskan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
Dikonfirmasi, Staf Teknis Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Taufik menyampaikan akan menerjunkan 30 unit armada untuk mengangkut gunung sampah di kawasan tersebut.
“Panjang lokasi TPS kurang lebih 12 meter lebar 9 meter, dan ketinggian sampah 2,5 meter dengan kebutuhan armada sekitar 30 unit,” ungkap Taufik.
Disamping itu, bau busuk dari ribuan sampah yang sempat dikeluhkan warga sekitar memang sangat menggangu aktivitas masyarakat.
Saat ini, kata dia, DLH telah berkoordinasi bersama perangkat desa untuk persiapan pengangkutan. Dari hasil koordinasi disebutkan, warga bersama perangkat desa akan mempersiapkan karung terlenih dahulu untuk memudahkan pengangkutan sampah ke pinggir jalan sebelum diangkut menggunakan armada.
“Ketua RW akan koordinasi dengan warga dan aparat desa untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pengangkutan sampah,” papar dia.
Kemudian, Taufik menegaskan, DLH Kabupaten Bogor siap membantu melakukan pengangkatan sampah-sampah yang sudah membentuk gunung itu untuk dipidanakan ke TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
“DLH akan membantu warga sekitar dalam pemindahan sampah dari TPAS Bojonggede ke TPA Galuga,” ujar dia.
Dirinya menambahkan, DLH sendiri akan menerjunkan 2 unit armada setiap harinya dengan menunggu kesiapan waktu dari perangkat desa serta pesonil.
Diketahui, bau busuk dari gunung sampah di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Kampung Masjid RT 1/4, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor dikeluhkan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Iman lantaran menggangu aktivitas belajar mengajar
“Jadi guru-guru itu ketika mengajar banyak hambatan, karena asap (pembakaran) dan baunya juga, jadi tidak baik untuk kesehatan,” kata Kepala Sekolah MI Nurul Iman, Masri, Senin 12 Juni 2023.
Ia menyebut, bau yang tidak sedap dari gunung sampah itu meninggalkan ketidaknyamanan. Sehingga, pihak sekolah memutuskan untuk tidak mengoperasikan gedung untuk sementara waktu.
“Itu masih dipakai. Kemarin setelah ujian kelar itu dikosongin, karena kurang nyaman. Wali murid juga udah banyak yang bilang kurang nyaman,” papar Masri.
Menurutnya, lokasi TPAs Bojonggede tersebut perlu segera di tindak lanjuti agar, segala aktivitas belajar mengajar dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Ditambah, kata Masri, kegiatan belajar mengajar akan memasuki jadwal ajaran baru. Maka pihaknya berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) dapat segera menuntaskan permasalahan ini.
“Di tahun ajaran baru pasti dipakai, oleh karenanya alangkah baiknya ditindaklanjuti,” tuntasnya. (Mutia Dheza Cantika)
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














