ISLAM ITU TIDAK MENGENAL PENSIUN

Rosul dan para sahabat di usia yang tidak muda lagi masih produktif bahkan berjihad dengan berperang.

Contoh ke dua ini juga terjadi kebanyakan di kehidupan sehari-hari di pondok pesantren. Suatu ketika almarhum Ustadz Muhammad Arifin Ilham bertanya kepada gurunya.

Mengapa guruku tiap hari ngajar santri dari subuh sampai siang, kemudian guruku ngajar di luar atau menerima tamu yang banyak sekali.

Setelah itu bada isya sampai jam 21.00 guruku ngajar santri lagi. Terakhir saat saya mau tahajud sekitar jam 03.00 guruku sudah berdzikir di masjid.

BACA JUGA :  Jangan Dianggap Sekadar Murung, Kenali Tanda-Tanda Depresi pada Anak Sejak Dini

Terus pertanyaan saya, kapan guruku istirahatnya? Beliau dengan tersenyum menjawab nanti istirahatnya jika Abi sudah wafat menghadap Allah.

Yang terakhir contoh ke 3 adalah salah satu guruku yaitu Habib Mahdi Assegaf yang punya cita-cita ingin berdakwah sampai akhir hayatnya.

Artinya beliau ingin wafat saat mau dakwah, pas dakwah dan habis dakwah. Hal ini saya lihat sendiri, meski dalam kondisi sakit dengan infus di tangan, beliau tetap hadir untuk mengisi tausyiah.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Raih Penghargaan Nasional atas Keberhasilan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

Jadi kesimpulannya dari 3 contoh di atas yaitu Nabi Muhammad SAW, Abi (gurunya Ustadz Muhammad Arifin Ilham) dan Habib Mahdi Assegaf (guru penulis) tidak mengenal pensiun dalam hidup ini.

Ketiganya meski usia sepuh, kecuali Habib Mahdi Assegaf yang masih muda, tapi sudah berpikir seperti orang tua, ketiganya masih produktif dengan berdakwah. Jayalah Indonesiaku. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================