Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)
INSYAALLAH semua muslim tahu apa itu hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban yang kita rayakan tiap tahun.
Semua muslim juga tahu peristiwa kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim terhadap putranya Nabi Ismail.
Penulis juga tidak akan membahas adanya perbedaan hari Raya Idul Adha antara Organisasi Masyarakat (Ormas) Muhammadiyah dengan pemerintah Indonesia.
Dimana Muhammadiyah menetapkan Idul Adha jatuh pada tanggal 28 Juni sedang pemerintah menetapkan Idul Adha jatuh pada 29 Juni.
Hikmah dari peristiwa Idul Adha sangat banyak diantaranya ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah.
Hikmah yang lain adalah tauhid yang lurus dan murni dari seorang Nabi Ibrahim. Hikmah yang lain adalah membunuh sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri kita.
Terus bagaimana dengan implementasi kurban pada zaman now? Ya intinya kita harus mau berkurban yang terbaik dan gas pol dalam hidup ini.
Ok apapun profesi, kedudukan, dan fungsi kita. Kita semua masyarakat Indonesia untuk berkurban yang terbaik, serius dan maksimal atau bahasa gaulnya gas pol.
Menjadi penjual bakso berkurban waktu beberapa jam untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum berjualan bakso.
Berusaha agar baksonya tetap enak, bergizi dan bermanfaat bagi pembelinya. Bukan jadi tukang bakso yang minder karena profesinya hanya tukang bakso.
Menjadi karyawan berkurban waktu mungkin lembur untuk menyelesaikan target dari perusahaannya. Bukan santai dan menjadi karyawan yang malas dan suka demo saja.
Menjadi pengusaha berkurban sampai pinjam modal ke bank agar perusahaannya tambah maju dan bisa buka cabang, sehingga bisa menambah karyawan lagi.
Menjadi pelajar, mahasiswa atau mahasiswi berkurban waktu dengan belajar sungguh-sungguh untuk keberhasilan pendidikannya, bukan santai-santai atau pacaran.
Menjadi ulama j berkurban meninggalkan keluarga beberapa hari karena harus safari dakwah ke luar kota di daerah terpencil.
Bukan ulama yang dakwahnya hanya di kota saja dan tempat-tempat yang nyaman. Menjadi pemimpin berkurban waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan bangsa dan negara.
Serta untuk kesejahteraan rakyatnya. Bukan pemimpin yang korupsi, diktator dan dzolim terhadap rakyat. Dan lain-lain. Selamat hari Raya Idul Adha. Jayalah Indonesiaku. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















